IHSG Berpotensi Melemah, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini 24 April 2026

Berikut prediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rekomendasi saham pada perdagangan saham Jumat, (24/4/2/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 24 April 2026, 07:29 WIB
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah pada perdagangan saham Jumat, (24/4/2026). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah pada perdagangan saham Jumat, (24/4/2026). IHSG hari ini akan menguji 7.245-7.354. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG anjlok 2,16% menjadi 7.378 dan disertai dengan tingginya tekanan jual pada perdagangan saham Kamis, 23 April 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi IHSG sedang berada pada akhir wave [iv] pada label hitam atau alternatif pada akhir wave [a] dari wave B pada label merah.

"Hal tersebut berarti, IHSG rawan bergerak terkoreksi dengan area koreksi terdekat diperkirakan menguji 7.245-7.354 sekaligus menutup beberapa are gap-nya,” kata dia.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 7.351,7.238 dan level resistance 7.578,7.700 pada perdagangan Jumat pekan ini.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan level resistance di 7.300-7.450.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Indah Kiat Pulp and Papers Tbk (INKP), PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA), dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) - Buy on Weakness

Saham ADRO terkoreksi 0,40% ke 2.510 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, tetapi koreksinya masih tertahan oleh MA20. “Kami memperkirakan, posisi ADRO sedang berada pada bagian dari wave ii dari wave (v) dari wave [iii],” ujar dia.

Buy on Weakness: 2.440-2.500

Target Price: 2.620, 2.700

Stoploss: below 2.410

 

 

 

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

Layar komputer menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Kamis (9/9/2021). IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat 42,2 poin atau 0,7 persen ke posisi 6.068,22 dipicu aksi beli oleh investor asing. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

2.PT Indah Kiat Pulp and Papers Tbk (INKP) - Buy on Weakness

Saham INKP menguat 1,02% ke 9.925 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Kami memperkirakan, posisi INKP saat ini berada pada bagian dari wave (ii) dari wave [c],” kata dia.

Buy on Weakness: 9.275-9.725

Target Price: 10.475, 11.075

Stoploss: below 9.075

 

3.PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) - Spec Buy

Saham OASA menguat 3,26% ke 380 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian. Herditya menuturkan, saat ini, posisi OASA diperkirakan berada pada bagian dari wave [v] dari wave C.

Spec Buy: 368-380

Target Price: 404, 434

Stoploss: below 360

 

4.PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) - Buy on Weakness

Saham WIFI terkoreksi 5,14% ke 2.400 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. “Kami perkirakan, posisi WIFI saat ini berada pada bagian dari wave (v) dari wave [i] dari wave C,” ujar dia.

Buy on Weakness: 2.320-2.380

Target Price: 2.680, 2.780

Stoploss: below 2.270

 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi

Penutupan IHSG pada 23 April 2026

Suasana di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/11/2015). Pelemahan indeks BEI ini seiring dengan melemahnya laju bursa saham di kawasan Asia serta laporan kinerja emiten triwulan III yang melambat. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) makin anjlok pada sesi kedua hingga penutupan perdagangan saham, Kamis (23/4/2026). Tekanan IHSG ini terjadi di tengah nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan mayoritas sektor saham tertekan.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup tersungkur 2,16% menjadi 7.378,60. Indeks saham LQ45 melemah 2,73% menjadi 715,87. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pada sesi kedua perdagangan saham Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.582,50 dan level terendah 7.378,60. Sebanyak 505 saham melemah sehingga bebani IHSG. 192 saham menguat dan 123 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 3.079.440 kali dengan volume perdagangan saham 54,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 20,5 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.278.

Dari 11 sektor saham, sektor saham transportasi naik 2,5%. Sebagian besar sektor saham melemah sehingga menekan IHSG. Sektor saham energi turun 1,54%, sektor saham basic melemah 1,94%, dan sektor saham industri terpangkas 3,41%.

Lalu sektor saham consumer nonsiklikal terperosok 0,59%, dan sektor saham consumer siklikal tergelincir 3,43%, dan catat koreksi terbesar.Selanjutnya sektor saham kesehatan melemah 1,45%, sektor saham keuangan turun 1,22%, sektor saham properti merosot 1,48%. Kemudian sektor saham teknologi turun 2,36% dan sektor saham infrastruktur terpangkas 2,33%.

 

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya