Rayakan HUT Raja Willem-Alexander, Belanda Tegaskan Kemitraan dengan Indonesia

Deretan tonggak penting persahabatan Belanda dan Indonesia menjadi sorotan dalam perayaan HUT Raja Willem-Alexander. Berikut selengkapnya.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 24 April 2026, 07:43 WIB
Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN Marc Gerritsen saat resepsi Hari Raja (Koningsdag) untuk merayakan ulang tahun Yang Mulia Willem-Alexander pada Kamis (23/4/2026) di kompleks kedutaan di Jakarta. (Dok. Liputan6.com/Khairisa Ferida)

Liputan6.com, Jakarta - Kedutaan Besar (Kedubes) Belanda di Indonesia kembali menyelenggarakan resepsi tahunan Hari Raja (Koningsdag) untuk merayakan ulang tahun Yang Mulia Willem-Alexander. Resepsi tahun ini berlangsung pada Kamis (23/4/2026) di kompleks kedutaan di Jakarta.

"Bagi Belanda, Hari Raja adalah perayaan persahabatan. Persahabatan antara Belanda dan Indonesia telah berkembang seiring waktu menjadi kemitraan yang berorientasi ke masa depan, yang didasarkan pada kesetaraan dan kepentingan bersama. Tidak hanya di sektor air, tetapi juga di berbagai bidang—mulai dari pendidikan tinggi hingga kesehatan, dari produksi pangan hingga sepak bola, serta dari misi perdamaian hingga konsultasi politik, yang bahkan telah berlangsung kemarin," ujar Duta Besar (Dubes) Belanda untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN Marc Gerritsen dalam sambutannya.

"Di tengah dinamika politik global, memiliki sahabat yang baik menjadi sangat penting. Dan kita adalah sahabat yang baik: Indonesia dapat mengandalkan Belanda sebagai mitra yang stabil dan dapat diandalkan. Kami berdiri bersama Indonesia dalam mengambil tanggung jawab dan berperan untuk menjadikan dunia tempat yang lebih aman."

Lebih lanjut, Dubes Gerritsen mengatakan, "Beberapa tonggak penting dalam persahabatan kita belakangan ini antara lain kunjungan Presiden Republik Indonesia Yang Mulia Prabowo Subianto ke Den Haag pada September tahun lalu; pemulangan Koleksi Dubois mengembalikan tulang-belulang Manusia Jawa ke Indonesia, yang pada akhir Abad ke-19 menjadi bukti ilmiah penting mengenai asal-usul manusia; serta kunjungan Yang Mulia Ratu Maxima ke Indonesia pada November tahun lalu dalam kapasitasnya sebagai penasihat khusus sekretaris jenderal PBB untuk Kesehatan Keuangan."

Perayaan Hari Raja 2026 di Jakarta mengusung tema air, yang mencerminkan keterkaitan mendalam antara Belanda dan Indonesia dengan sumber daya air. 

Tahun ini, tema "air" dipilih untuk menyoroti hubungan historis dan strategis kedua negara dalam pengelolaan sumber daya air. Tema tersebut sekaligus menandai 25 tahun kerja sama bilateral di bidang air, yang mencakup pertukaran pengetahuan dan proyek-proyek penting seperti pengendalian banjir, perlindungan pesisir, pengelolaan daerah aliran sungai, serta pengembangan solusi air perkotaan berkelanjutan.

Hari Raja merupakan hari libur nasional Belanda yang diperingati setiap 27 April. Perayaan ini identik dengan berbagai kegiatan seperti pasar bebas (vrijmarkt), konser, permainan anak-anak, dan pesta jalanan, di mana masyarakat mengenakan warna oranye sebagai simbol nasional. Di luar negeri, peringatan ini juga menjadi ajang diplomasi budaya yang mempererat hubungan Belanda dengan negara mitra, termasuk Indonesia.

Hadir mewakili pemerintah Indonesia adalah Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Selain itu turut hadir pula Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Indonesia Yusril Ihza Mahendra, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Stella Christie, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, dan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia Veronica Tan.

Bak pasar malam, perayaan Hari Raja di Kedubes Belanda ini turut dimeriahkan dengan musik dan kehadiran makanan, minuman dan berbagai produk lainnya asal Belanda. 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya