Momen Unik Piala Dunia: Gol Ajaib Dennis Bergkamp ke Gawang Argentina

Gol luar biasa Dennis Bergkamp di Piala Dunia 1998 melawan Argentina menjadi salah satu momen paling ikonik yang dikenang sepanjang sejarah turnamen.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 24 April 2026, 15:00 WIB
Dennis Bergkamp merupakan ujung tombak Timnas Belanda di era 90-an. Legenda Arsenal tersebut sukses mencetak 37 gol dalam 79 penampilannya bersama Skuat De Oranje. Salah satu gol yang tak terlupakan terjadi pada Piala Dunia 1998 saat melawan Argentina di perempatfinal. (AFP/Jean-Loup Gautreau)

Liputan6.com, Jakarta - Sejarah Piala Dunia selalu diwarnai dengan momen-momen tak terlupakan yang mengukir nama pemain dalam tinta emas. Salah satu yang paling legendaris adalah gol sensasional Dennis Bergkamp untuk Belanda melawan Argentina di perempat final Piala Dunia 1998.

Momen magis ini, yang terjadi pada 4 Juli 1998, bukan hanya mengantarkan Belanda ke semifinal, tetapi juga menjadi simbol kejeniusan dan perfeksionisme seorang pesepak bola.

Gol tersebut, yang tercipta dalam proses 2,11 detik melalui tiga sentuhan jenius, menunjukkan betapa tipisnya garis antara kekalahan dan kemenangan di turnamen sepak bola terbesar di dunia. Kisah di balik gol ini, mulai dari umpan panjang yang sempurna hingga penyelesaian akhir yang elegan, terus menginspirasi dan menjadi tolok ukur keindahan dalam sepak bola.

 


Momen Magis di Perempat Final 1998

Gelandang Timnas Belanda, Wim Jonk (kanan) dan Marc Overmars merayakan gol ke gawang Argentina yang dicetak Dennis Bergkamp pada laga perempatfinal Piala Dunia 1998 di Stade Velodrome, Marseille (7/7/1998). Wim Jonk yang pensiun sejak Juli 2001, total mengoleksi 49 caps bersama Timnas Belanda dengan torehan 11 gol dan 8 assist. Saat ini ia dipercaya menjadi pelatih FC Volendam sejak 1 Juli 2019 hingga Juni 2026. (AFP/Rabih Moghrabi)

Pada tanggal 4 Juli 1998, Dennis Bergkamp menciptakan salah satu gol paling ikonik dalam sejarah Piala Dunia saat Belanda menghadapi Argentina di babak perempat final. Momen krusial ini terjadi di menit-menit akhir pertandingan, ketika skor masih imbang dan ketegangan memuncak. Gol tersebut tidak hanya menjadi penentu kemenangan, tetapi juga sebuah mahakarya yang menunjukkan kelas dan ketenangan Bergkamp di bawah tekanan.

Proses gol dimulai dari bola panjang yang brilian dari Frank de Boer, yang digambarkan sebagai "umpan limusin". Bergkamp, yang berlari dengan kecepatan penuh, menerima bola dengan sentuhan pertama yang luar biasa, mengendalikannya dengan sempurna di udara. Sentuhan ini sangat memukau, seolah-olah ia tidak memiliki ketakutan akan terbang, meskipun ia dikenal memiliki fobia tersebut.

Sentuhan kedua Bergkamp berhasil mengecoh bek Argentina, Roberto Ayala, membukakan ruang tembak baginya. Dengan bagian luar kaki kanannya, ia kemudian melakukan sentuhan ketiga yang merupakan penyelesaian akhir yang elegan, menempatkan bola melewati kiper Carlos Roa dan masuk ke sudut atas gawang. Seluruh proses gol ini hanya membutuhkan waktu 2,11 detik, sebuah bukti kecepatan berpikir dan eksekusi yang luar biasa dari sang penyerang.


Kontroversi Sebelum Gol Penentu

Dennis Bergkamp (kiri) berhasil meraih banyak gelar bergengsi seperti Liga Inggris dan Piala FA saat membela Arsenal. Ia juga mampu mempersembahkan banyak trofi ke Ajax dan AC Milan. Namun, Bergkamp tak pernah sekali pun meraih trofi internasional bersama Timnas Belanda. (AFP/ANP)

Gol Bergkamp yang luar biasa ini tidak lepas dari drama yang menyelimuti pertandingan perempat final tersebut. Sebelumnya, Bergkamp sendiri terlibat dalam insiden kontroversial di babak kedua melawan Yugoslavia, di mana ia menginjak Sinisa Mihajlovic namun secara mengejutkan tidak diusir wasit. Bergkamp bahkan mengakui keterkejutannya atas perilakunya sendiri, menyatakan, "Saya tidak tahu mengapa saya melakukan itu."

Lanjut Baca:

Pertandingan melawan Argentina juga diwarnai kartu merah. Pada menit ke-76, Arthur Numan dari Belanda diusir keluar lapangan setelah menerima kartu kuning kedua, membuat Argentina di atas angin. Namun, tak lama kemudian, Ariel Ortega dari Argentina juga diusir karena kartu merah setelah insiden diving yang berujung pada konfrontasi. Situasi 10 lawan 10 ini menciptakan ketegangan yang luar biasa. Hanya 53 detik setelah pertandingan dilanjutkan pasca kartu merah Ortega, Bergkamp menciptakan mahakaryanya. Momen ini menunjukkan bagaimana sepak bola bisa berubah dalam sekejap, dan bagaimana seorang pemain dengan kualitas luar biasa dapat memanfaatkan setiap celah untuk mengubah jalannya pertandingan. Drama ini menambah nilai historis gol Bergkamp, menjadikannya lebih dari sekadar gol biasa.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya