Perayaan 30 Tahun Frank & Co., Dorong Tren Perhiasan yang Lebih Personal

Frank & Co. rayakan 30 tahun lewat koleksi personal dan immersive exhibition, dorong tren perhiasan sebagai ekspresi diri dan makna emosional.

oleh Dea SifaDiterbitkan 24 April 2026, 05:00 WIB
Frank & Co. hadirkan koleksi Love Poetry dan See The Light, menegaskan tren perhiasan sebagai ekspresi diri lewat pengalaman dan makna emosional. (Liputan6.com/Dea Sifa)

Liputan6.com, Jakarta - Frank & Co. merayakan perjalanan 30 tahun melalui kampanye bertajuk '30 Years of Real Love' yang digelar di A.A. Maramis Building, Jakarta Pusat, Kamis, 23 April 2026. Brand perhiasan tersebut tidak hanya menampilkan koleksi, tetapi juga menegaskan arah baru industri perhiasan yang semakin mengarah pada personalisasi dan makna emosional.

General Manager Frank & Co., Rolly Soesanto, menjelaskan bahwa di usia ke-30 tahun, inovasi tidak hanya diwujudkan dalam desain, tetapi juga dalam cara brand berinteraksi dengan publik. Melalui tema 'When You Know, You Know', Frank & Co. ingin menegaskan bahwa memilih berlian, seperti menemukan pasangan hidup, adalah soal keyakinan yang tidak selalu membutuhkan penjelasan panjang.

"Kami tidak hanya menghadirkan koleksi, tetapi juga pengalaman baru. Publik bisa melihat perjalanan berlian dari bentuk awal hingga menjadi perhiasan," ujar Rolly. Pendekatan ini menjadi strategi untuk menjawab perubahan perilaku konsumen, terutama generasi muda yang kini memandang perhiasan sebagai bentuk ekspresi diri.

Selain itu, Frank & Co. juga memperkuat kolaborasi dengan desainer dan figur publik, termasuk Maudy Ayunda, guna menghadirkan koleksi yang lebih relevan secara emosional. Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa industri perhiasan kini tidak hanya berbicara tentang kemewahan, tetapi juga tentang cerita, identitas, dan pengalaman personal.

Dalam perayaan ini, Frank & Co. menampilkan koleksi unggulan seperti Love Poetry dan See The Light yang menonjolkan nilai personal dan emosional. Koleksi Love Poetry, hasil kolaborasi dengan desainer Monica Ivena, menghadirkan desain yang terinspirasi dari puisi cinta dan cerita hubungan.

Koleksi dengan Cerita Emosional

Frank & co. hadirkan Love Poetry dan See The Light, koleksi perhiasan yang mengangkat cerita cinta dan refleksi diri lewat desain bermakna. (Liputan6.com/Dea Sifa)

Setiap desain dalam koleksi ini memiliki makna tersendiri, mulai dari promise ring hingga couple ring, yang dirancang untuk merepresentasikan perjalanan cinta penggunanya. Salah satu konsep yang diangkat adalah 'faithful till the end', menggambarkan komitmen jangka panjang dalam sebuah hubungan.

Sementara, koleksi See The Light yang dikembangkan bersama Maudy Ayunda menawarkan pendekatan yang lebih reflektif. Koleksi ini mengangkat pesan tentang menemukan cahaya dalam diri sebelum menjadi cahaya bagi orang lain. Filosofi ini kemudian diterjemahkan ke dalam desain perhiasan yang modern dan bermakna.

Menurut Rolly, kedua koleksi ini menjadi representasi arah baru brand yang lebih menekankan pada storytelling. "Kami ingin setiap perhiasan punya arti, bukan sekadar indah," ujarnya. Pendekatan ini sekaligus menjawab kebutuhan konsumen yang semakin mencari produk dengan nilai emosional.

 

Dipicu Gen Z

Tren bergeser, perhiasan kini jadi media ekspresi diri Gen Z yang mengutamakan makna, cerita personal, dan identitas dibanding simbol status. (Liputan6.com/Dea Sifa)

Perubahan tren konsumen menjadi salah satu sorotan utama dalam perayaan 30 tahun Frank & co. Saat ini, perhiasan tidak lagi dipandang semata sebagai simbol status atau investasi, melainkan sebagai medium untuk mengekspresikan identitas diri. Pergeseran ini terutama dipengaruhi oleh generasi muda, khususnya Gen Z, yang memiliki preferensi terhadap produk yang autentik dan bermakna.

Rolly menyebut bahwa generasi ini cenderung memilih perhiasan yang memiliki cerita personal dibandingkan sekadar desain mewah. "Sekarang perhiasan bukan hanya simbol, tetapi juga ekspresi diri. Mereka mencari sesuatu yang punya makna," jelas Rolly.

Hal ini mendorong brand untuk menghadirkan desain yang lebih fleksibel, personal, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Media sosial juga berperan besar dalam membentuk tren ini.

Visual yang kuat dan cerita di balik produk menjadi faktor penting dalam menarik perhatian konsumen. Karena itu, Frank & Co. tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga pada narasi yang menyertai setiap koleksi.

Edukasi soal Berlian Lewat Pameran Imersif

Frank & co. hadirkan immersive exhibition untuk mengajak publik memahami proses berlian dari awal hingga jadi perhiasan secara edukatif dan transparan. (Liputan6.com/Dea Sifa)

Sebagai bagian dari perayaan, Frank & co. menghadirkan pameran imersif yang memungkinkan pengunjung memahami perjalanan berlian secara menyeluruh. Tidak hanya melihat produk jadi, pengunjung diajak menelusuri proses panjang dari rough diamond hingga menjadi perhiasan bernilai tinggi.

Pameran ini menampilkan berbagai elemen edukatif, termasuk mini laboratorium dan teknologi verifikasi berlian. Melalui pendekatan ini, Frank & co. ingin meningkatkan transparansi sekaligus membangun kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk.

Rolly kembali menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari komitmen edukasi kepada publik. "Kami ingin konsumen memahami bagaimana memilih berlian yang tepat, mulai dari color, clarity, cut, hingga carat," jelas Rolly. Edukasi ini dinilai penting untuk menciptakan hubungan jangka panjang antara brand dan pelanggan.

Penggunaan teknologi seperti light performance dan phosphorescence dalam verifikasi berlian juga menjadi daya tarik tersendiri. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas berlian tidak hanya dilihat secara visual, tetapi juga melalui pengujian ilmiah yang akurat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya