Chelsea Pecat Liam Rosenior, Frank Lampard Jadi Pengganti?

Situasi panas menyelimuti Chelsea setelah keputusan mengejutkan manajemen yang mengakhiri kerja sama dengan Liam Rosenior.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 23 April 2026, 11:18 WIB
Pelatih kepala Chelsea asal Inggris, Liam Rosenior, bereaksi di pinggir lapangan selama pertandingan Liga Inggris antara Brighton and Hove Albion dan Chelsea di American Express Community Stadium di Brighton, Inggris selatan pada 22 April 2026. (Glyn KIRK/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Situasi panas tengah menyelimuti Chelsea setelah keputusan mengejutkan manajemen yang mengakhiri kerja sama dengan Liam Rosenior. Rentetan hasil buruk di Premier League menjadi pemicu utama, termasuk kekalahan telak 0-3 dari Brighton, yang memperpanjang catatan lima laga tanpa kemenangan, bahkan tanpa mencetak satu gol pun.

Dalam sembilan pertandingan terakhir, The Blues hanya mampu meraih lima poin. Kondisi tersebut memaksa klub bergerak cepat mencari sosok pelatih baru yang mampu mengangkat performa tim.

Nama Frank Lampard pun kembali mencuat sebagai kandidat kuat. Legenda klub itu dinilai mengalami peningkatan signifikan sebagai pelatih, terutama setelah sukses membawa Coventry City menjuarai Championship dan mengamankan tiket promosi ke Premier League.


Pilih Fokus di Coventry

Frank Lampard yang pensiun sebagai pemain pada Februari 2017 bersama klub MLS, New York City, tercatat pernah menjuarai Liga Inggris sebanyak tiga kali bersama Chelsea pada musim 2004/2005, 2005/2006 dan 2009/2010. Saat banting setir sebagai pelatih, ia pernah menukangi 2 klub EPL, Chelsea dan Everton, namun tak sekalipun menjadi juara. (AFP/Glyn Kirk)

Meski santer dikaitkan dengan kursi panas di Stamford Bridge, Lampard memilih bersikap tenang. Ia menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah menyelesaikan musim bersama Coventry City.

“Tidak ada tanggapan, karena saya sudah cukup lama di dunia ini untuk tahu hal-hal seperti itu biasa terjadi dan bisa berubah dengan sangat cepat. Fokus saya sepenuhnya untuk tim kami,” ujar Lampard.

Lebih lanjut, ia menekankan ambisinya untuk menutup musim dengan pencapaian maksimal.

“Saya ingin menjuarai liga ini sekarang setelah apa yang kami lalui sepanjang musim. Akan ada perasaan anti-klimaks jika kami tidak menyelesaikannya dengan baik, dan itu adalah tekanan yang bagus untuk dimiliki,” tambahnya.


Dukungan Mengalir

Everton gagal menyamakan kedudukan hingga akhir laga. Kekalahan tersebut membuat skuat Frank Lampard terancam masuk ke zona degradasi. The Toffees saat ini berada di peringkat ke-17 dengan raihan 22 poin, atau hanya terpaut satu angka dari Burnley yang menempati urutan ke-18. (AP/Jon Super)

Performa impresif Lampard bersama Coventry menuai banyak pujian. Sejumlah figur sepak bola Inggris menilai pria berusia 45 tahun itu kini jauh lebih matang dibanding periode sebelumnya saat menangani Chelsea maupun Everton.

Nicky Butt menilai Lampard sebagai opsi realistis bagi Chelsea.

“Bukan hal yang bodoh untuk membawa kembali Frank Lampard memimpin Chelsea. Dia melakukan pekerjaan luar biasa di Coventry. Dia jauh lebih berpengalaman sekarang dan mungkin sudah belajar dari kesalahan masa lalu,” ujarnya.

Dukungan serupa juga datang dari Carlton Cole.

“Saya menyukai Lampard sebagai manajer Chelsea. Dia memahami luar dalam klub dan sangat mengerti budaya yang ada,” kata Cole.


Coventry Optimistis Pertahankan Lampard

Frank Lampard - Legenda Chelsea ini merupakan salah satu gelandang cerdik di masanya. Berkat kepiawaiannya mengatur serangan The Blues sukses menyabet berbagai gelar juara bergengsi termasuk trofi Liga Champions perdana. (Alberto Pizzoli)

Di tengah spekulasi yang terus berkembang, pemilik Coventry City, Doug King, tetap optimistis Lampard akan bertahan. Ia menilai sang pelatih merasa nyaman dengan proyek jangka panjang yang tengah dibangun.

“Melihat cara kami bermain dan gol yang kami cetak, kami melakukannya dengan cara yang sangat menarik. Saya pikir dia sangat nyaman dan bahagia berada di lingkungan Coventry saat ini,” ujar King.

Ia juga menegaskan bahwa Lampard masih terikat kontrak dan memiliki visi besar bersama klub.

“Saya yakin dia ingin memimpin kami di Premier League dan mungkin mengelola tim ini dalam jangka panjang karena dia sangat menyukainya,” tambahnya.

Hingga kini, Chelsea belum mengumumkan sosok pengganti resmi. Keputusan berikutnya akan menjadi krusial dalam menentukan arah klub ke depan, terutama di tengah tekanan untuk segera bangkit dari performa buruk.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya