Apple Tambal Celah Keamanan iOS 26.4.2, Bikin Penegak Hukum Tak Bisa Intip Riwayat Notifikasi

Melalui iOS 26.4.2, Apple ingin mencegah aparat penegak hukum seperti FBI mengintip riwayat notifikasi yang sudah dihapus.

oleh IskandarDiterbitkan 23 April 2026, 10:00 WIB
Cara Download iOS 26.4 dan Daftar iPhone yang Bisa Update, Cek di Sini. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Liputan6.com, Jakarta - Apple merilis pembaruan sistem operasi iOS guna menutup celah keamanan pada basis data notifikasi yang selama ini menjadi "pintu belakang" bagi aparat penegak hukum untuk mengakses data pengguna.

Dilaporkan Engadget, Kamis (23/4/2026), celah ini sebelumnya memungkinkan pihak berwenang melihat pemberitahuan (push notifications) yang seharusnya sudah dihapus dari perangkat iPhone atau iPad.

Melalui pembaruan iOS 26.4.2, Apple memperkenalkan fitur 'improved data redaction'. Langkah ini diambil untuk mengatasi masalah teknis di mana notifikasi yang telah ditandai untuk dihapus justru tersimpan secara tidak terduga di dalam penyimpanan lokal perangkat.

Laporan dari Electronic Frontier Foundation (EFF) menyebutkan bahwa kerentanan ini menjadi salah satu cara bagi lembaga penegak hukum, seperti FBI, untuk memitigasi kebijakan privasi ketat Apple.

Sejak 2023, Apple sebenarnya telah memperketat aturan dengan mewajibkan adanya perintah pengadilan bagi siapa pun yang ingin mengakses data notifikasi.

Kasus ini mencuat setelah laporan 404 Media mengungkap bahwa FBI menggunakan alat khusus untuk mengakses data notifikasi aplikasi pesan terenkripsi, Signal, yang tersimpan di memori lokal iPhone meski pesan aslinya telah dihapus.

Menanggapi temuan tersebut, CEO Signal, Meredith Whitaker, sempat melayangkan protes melalui platform Bluesky. Ia menegaskan bahwa notifikasi pesan yang sudah dihapus seharusnya tidak meninggalkan jejak di basis data sistem operasi manapun.

"Kami sangat senang Apple akhirnya merilis patch (tambalan) dan keamanan hari ini," tulis pihak Signal melalui akun resmi mereka setelah pembaruan tersebut diluncurkan.

 

Pentingnya Keamanan Dua Lapis

Pihak EFF mengingatkan pengguna bahwa privasi notifikasi setidaknya rentan di dua titik utama:

Di Cloud): Saat notifikasi diarahkan melalui server perusahaan, metadata sering kali tercatat.

Penyimpanan Lokal: Data yang tersimpan langsung di dalam ponsel saat notifikasi diterima.

Meski pembaruan Apple ini diklaim mampu membuat notifikasi yang dihapus benar-benar tidak dapat diakses, para ahli keamanan tetap menyarankan pengguna untuk membatasi konten yang muncul di layar kunci.

Salah satu caranya adalah dengan mengatur setelan agar notifikasi tidak menampilkan nama pengirim maupun isi pesan secara langsung.

 

Perangkat yang Mendukung

Pembaruan keamanan ini sudah tersedia dan dapat diunduh untuk perangkat-perangkat di bawah ini:

  • iPhone: iPhone 11 dan model yang lebih baru.
  • iPad: iPad Pro 12,9 inci (gen ke-3+), iPad Pro 11 inci (gen ke-1+), iPad Air (gen ke-3+), iPad (gen ke-8+), serta iPad mini (gen ke-5+).

Dengan peluncuran ini, Apple kembali berupaya memperkuat citranya sebagai perusahaan yang memprioritaskan privasi pengguna di tengah tekanan kebutuhan investigasi dari lembaga keamanan negara.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya