Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia mencatat antusiasme penggunaan QRIS lintas negara antara Indonesia dan China melonjak tajam bahkan sebelum resmi diluncurkan. Dalam tahap uji coba (sandbox), volume transaksi tercatat sudah mencapai 1,64 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp 556 miliar.
Bank Indonesia menilai capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa kebutuhan terhadap sistem pembayaran lintas negara yang cepat dan praktis semakin tinggi, terutama untuk mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi antarnegara.
Advertisement
"Kita lihat dalam uji coba itu sendiri transaksinya itu volume transaksinya sudah mencapai 1,64 juta transaksi nominalnya sudah mencapai Rp 556 miliar ini baru sandboxing ya baru uji cobanya," kata Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta, dalam Konferensi Pers RDG April 2026, Rabu (22/4/2026).
Lebih lanjut, Filianingsih menyampaikan bahwa implementasi QRIS cross border Indonesia-Tiongkok ditargetkan resmi diluncurkan pada 30 April 2026.
"Nanti untuk Tiongkok ini mudah-mudahan di tanggal 30 April kita bisa launching bersama-sama, karena kita lihat antusiasme dalam uji coba ini sangat besar," ujarnya.
Dari sisi partisipasi, terdapat 24 penyelenggara dari Indonesia yang ikut serta, terdiri dari 16 bank dan 8 lembaga nonbank. Sementara dari pihak China, sebanyak 19 penyelenggara turut ambil bagian dalam implementasi awal ini.
"Jadi, nanti pada saat launching ini mudah-mudahan akan lebih tinggi lagi dan saat ini diikuti oleh 24 penyelenggara dari Indonesia yang terdiri dari 16 bank dan 8 lembaga selain bank sementara dari sisi Tiongkok sendiri ada 19 penyelenggara," ujarnya.
BI Siapkan New BI-FAST
Selain itu, Bank Indonesia tengah menyiapkan pengembangan layanan baru bertajuk “New BI-FAST”. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan transaksi digital yang kian pesat seiring meningkatnya adopsi pembayaran elektronik di masyarakat.
"Sesuai dengan roadmap dalam blueprint sistem pembayaran Indonesia 2030 saat ini kami di Bank Indonesia sedang mempersiapkan new BI-FAST, BI-FAST baru dan juga industri fast payment," ujar Filianingsih.
Pada triwulan I-2026, volume transaksi BI-FAST tercatat mencapai 1,4 miliar transaksi atau tumbuh sekitar 31% secara tahunan (year on year). Sementara dari sisi nominal, transaksi BI-FAST menembus Rp 3.519 triliun atau meningkat 28,35% secara tahunan.