Liputan6.com, Jakarta - Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan perkembangan saraf yang ditandai dengan pola perilaku berupa kesulitan memusatkan perhatian atau berkonsentrasi, hiperaktif, dan impulsif.
“Kondisi ini dapat terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa, dengan gejala yang berbeda-beda pada setiap individu,” kata Cecilia H.E.,M.Psi, Psikolog mengutip laman EMC, Rabu (22/4/2026).
Advertisement
Menurutnya, ADHD dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan gejala yang dominan, yaitu:
ADHD Dominan Inatensi
Jenis ADHD ini ditandai dengan kesulitan utama dalam mempertahankan perhatian dan fokus. Penyandang kerap tidak fokus atau mudah terdistraksi, namun tidak selalu menunjukkan perilaku hiperaktif yang mencolok.
Beberapa gejala yang umum ditemukan antara lain:
- Sulit berkonsentrasi pada tugas dalam waktu lama, terutama yang membutuhkan perhatian detail
- Sering melakukan kesalahan karena tidak memerhatikan, bukan karena tidak mampu
- Mudah teralihkan oleh aktivitas kecil, seperti suara atau aktivitas di sekitar
- Sering melupakan aktivitas sehari-hari, seperti jadwal atau pekerjaan di rumah
- Kesulitan mengatur pekerjaan dan manajemen waktu.
Pada anak-anak, tipe ini sering disalahartikan sebagai sifat pemalas atau kurang disiplin. Sementara, pada orang dewasa, gejalanya dapat memengaruhi produktivitas kerja dan kemampuan mengelola tanggung jawab.
ADHD Dominan Hiperaktif-impulsif
Jenis ADHD dominan hiperaktif-impulsif ditandai dengan perilaku terlalu aktif dan kecenderungan bertindak tanpa berpikir. Gejala seringkali lebih mudah dikenali, terutama pada anak-anak.
Ciri-ciri yang umum terjadi antara lain:
- Tidak bisa duduk diam, sering bergerak atau gelisah bahkan dalam situasi yang membutuhkan ketenangan.
- Sering berbicara berlebihan atau menyela pembicaraan orang lain.
- Kesulitan menunggu giliran, baik dalam permainan maupun percakapan.
- Bertindak impulsif tanpa mempertimbangkan konsekuensinya.
- Kecenderungan membuat rencana yang cepat dan buruk.
Pada orang dewasa, gejala hiperaktif mungkin tidak terlihat dalam bentuk fisik, tetapi dapat muncul sebagai rasa gelisah, sulit rileks, atau dorongan untuk terus melakukan sesuatu. Jenis impulsif ini juga dapat memengaruhi keputusan keuangan, pekerjaan, dan hubungan interpersonal.
ADHD Kombinasi
Jenis ADHD kombinasi merupakan bentuk ADHD yang paling umum ditemukan, di mana individu menunjukkan kombinasi gejala ADHD dominan inatensi serta dominan hiperaktif-impulsif secara bersamaan.
Karena mencakup dua kelompok gejala sekaligus, tipe kombinasi sering memiliki dampak yang lebih kompleks dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam aspek akademik, pekerjaan, maupun hubungan sosial.
Oleh karena itu, penanganan ADHD ini biasanya memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif, seperti kombinasi terapi perilaku, dukungan lingkungan, dan pengobatan medis (jika diperlukan).
Penanganan ADHD untuk Meningkatkan Kualitas Hidup
ADHD tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, namun gejalanya dapat dikontrol dengan baik melalui penanganan berikut:
- Terapi perilaku untuk membantu mengendalikan emosi dan tindakan
- Konseling atau terapi psikologis untuk meningkatkan keterampilan coping (pertahanan diri terhadap stres atau tekanan)
- Dukungan dari keluarga dan lingkungan, termasuk sekolah dan tempat kerja
- Penggunaan obat-obatan sesuai anjuran dokter untuk membantu meningkatkan konsentrasi
- Membuat rutinitas harian dan lingkungan yang kondusif agar lebih terstruktur
Penanganan yang tepat dapat membantu penderita ADHD menjalani kehidupan yang lebih seimbang dan produktif.