Terima Email Perubahan Apple Account? Waspada Phishing, Lakukan Hal Ini Agar Saldo Rekening Tak Terkuras

Modus ini menggunakan notifikasi perubahan Apple Account untuk mengirimkan pesan penipuan terkait pembelian iPhone palsu.

oleh IskandarDiterbitkan 22 April 2026, 18:00 WIB
Logo pada Kantor Apple. (Unsplash/Trac Vu)

Liputan6.com, Jakarta - Para pelaku kejahatan siber dilaporkan telah menemukan celah baru untuk melancarkan aksi phishing dengan memanfaatkan infrastruktur resmi milik Apple.

Modus ini menggunakan notifikasi perubahan Apple Account (sebelumnya Apple ID) untuk mengirimkan pesan penipuan terkait pembelian iPhone palsu, yang membuat email tersebut tampak sangat meyakinkan bagi calon korban.

Menurut laporan dari BleepingComputer, dikutip Rabu (22/4/2026), serangan ini sangat berbahaya karena pesan dikirim langsung dari alamat resmi appleid@id.apple.com.

Karena berasal dari server Apple, email tersebut berhasil lolos validasi keamanan standar seperti SPF, DKIM, dan DMARC, sehingga tidak terdeteksi sebagai spam oleh sebagian besar penyedia layanan email.

Teknik yang digunakan para hacker ini tergolong cerdik namun sederhana. Pelaku membuat akun Apple baru dan memasukkan pesan phishing ke dalam kolom informasi pribadi, tepatnya pada bagian nama depan dan nama belakang.

Karena adanya batasan karakter pada masing-masing kolom, pelaku membagi pesan penipuan tersebut menjadi dua bagian. Sebagai contoh, pesan yang muncul dalam notifikasi bertuliskan: "Dear User 899 USD iPhone Purchase Via Pay-Pal To Cancel 18023530761"

Setelah mengatur nama akun dengan pesan tersebut, pelaku kemudian mengubah informasi pengiriman pada akun tersebut. Tindakan ini secara otomatis memicu sistem Apple untuk mengirimkan email notifikasi keamanan kepada pengguna yang menjadi target, menginformasikan bahwa telah terjadi perubahan pada data akun.

Pesan penipuan yang telah disuntikkan ke kolom nama pun otomatis tercantum di dalam email resmi tersebut, memberikan kesan bahwa akun korban telah diretas atau digunakan untuk transaksi ilegal senilai USD 899 (sekitar Rp 15,4 juta).

 

Bahaya "Callback Phishing"

Tujuan utama dari serangan ini adalah mengarahkan korban untuk menghubungi nomor telepon "layanan bantuan" palsu yang tercantum dalam pesan. Metode ini dikenal sebagai callback phishing.

Ketika korban menelepon nomor tersebut, pelaku akan mencoba meyakinkan mereka bahwa akun mereka telah disusupi. Dalam banyak kasus, pelaku akan menginstruksikan korban untuk:

  • Menginstal perangkat lunak akses jarak jauh (remote access software).
  • Memberikan informasi detail kartu kredit atau data perbankan untuk menguras saldo rekening.
  • Mengunduh perangkat lunak berbahaya (malware) yang dapat mencuri data pribadi.

Analisis pada header email menunjukkan bahwa peretas kemungkinan besar menggunakan daftar distribusi email massal untuk menyebarkan notifikasi ini ke banyak target sekaligus.

Modus ini memiliki kemiripan dengan serangan kalender iCloud yang sempat marak beberapa waktu lalu, di mana pelaku menyalahgunakan undangan kalender untuk mengirimkan iklan atau penipuan.

 

Langkah Pencegahan

Hingga berita ini diturunkan, Apple belum memberikan respons resmi terkait penyalahgunaan sistem notifikasi mereka, dan celah ini dilaporkan masih dapat dieksploitasi oleh pelaku kejahatan.

Para pakar keamanan siber mengimbau pengguna untuk tetap tenang saat menerima notifikasi akun yang mencurigakan. Beberapa langkah antisipasi yang dapat dilakukan antara lain:

  • Jangan menghubungi nomor telepon yang tertera di dalam email tidak dikenal, meskipun email tersebut tampak berasal dari sumber resmi.
  • Periksa secara mandiri status akun melalui situs resmi Apple atau aplikasi pengaturan di perangkat, tanpa mengeklik tautan apa pun dari email.
  • Waspadai pesan yang mendesak, terutama yang meminta informasi finansial atau instalasi aplikasi pihak ketiga.

 

Infografis Kejahatan Siber (Liputan6.com/Abdillah)

Infografis Kejahatan Siber (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya