Sikap Alejandro Garnacho Saat Masih di MU Memalukan!

Nicky Butt menyebut sikap Alejandro Garnacho saat di Manchester United memalukan dan mendukung keputusan klub menjualnya ke Chelsea.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 22 April 2026, 03:28 WIB
Gelandang Chelsea asal Argentina nomor punggung 49, Alejandro Garnacho, bereaksi di akhir pertandingan Premier League antara Brentford dan Chelsea di Gtech Community Stadium, London, pada 13 September 2025. (HENRY NICHOLLS /AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Alejandro Garnacho kembali menjadi sorotan setelah penampilannya bersama Chelsea belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kepindahannya dari Manchester United yang sempat menyita perhatian kini kembali dibahas.

Pemain berusia 21 tahun itu dijual ke Chelsea pada musim panas lalu setelah kehilangan tempat di bawah pelatih Ruben Amorim. Namun, adaptasinya di klub baru belum berjalan mulus.

Situasi tersebut memicu komentar tajam dari mantan gelandang Manchester United, Nicky Butt, yang secara terbuka mengkritik sikap Garnacho selama berada di Old Trafford.


Kritik Tajam soal Sikap Garnacho

Gelandang Chelsea, Alejandro Garnacho, terlihat selama pertandingan sepak bola Premier League Inggris antara Chelsea dan Arsenal di Stamford Bridge, London, pada 30 November 2025. (JUSTIN TALLIS / AFP)

Nicky Butt menilai keputusan Manchester United melepas Garnacho adalah langkah tepat. Ia bahkan menilai faktor utama bukan soal kemampuan, melainkan sikap sang pemain.

“Bagi saya, hal terbaik yang dilakukan Manchester United adalah menjual dia [Garnacho] karena, lupakan soal kemampuannya, saya merasa dia tidak sehebat itu," ungkap Butt.

“Namun, sikapnya bagi saya adalah sesuatu yang memalukan saat dia berada di United.”

Butt juga menyinggung reaksi para mantan rekan setim Garnacho di media sosial. Ia menilai hal itu mencerminkan bagaimana hubungan pemain tersebut dengan ruang ganti.

“Itulah yang terjadi ketika orang-orang memposting hal seperti itu. Jika Anda berada di ruang ganti dan Anda pergi dengan benar-benar tidak menghormati rekan setim dan klub.”


Pengalaman Internal dan Penilaian Pribadi

Butt, yang pernah menjabat sebagai kepala akademi Manchester United, mengaku sudah melihat karakter Garnacho sejak awal. Ia menilai pemain muda itu memiliki sikap yang kurang ideal.

“Garnacho selalu sedikit menjaga jarak. Dia memiliki penilaian yang sangat tinggi terhadap dirinya sendiri," lanjut Butt.

Ia juga menambahkan bahwa dalam lingkungan tim yang kuat, sikap seperti itu biasanya akan langsung diluruskan.

“Dia akan disikat setiap hari dalam latihan. Dia akan langsung ditempatkan pada posisinya dengan cepat oleh pemain-pemain seperti yang dulu bersama kami. Ditekan, dijatuhkan.”

“Dia akan diperlakukan sangat keras jika bersikap seperti itu, tetapi dia akan belajar dari situ dan menjadi lebih baik.”

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya