Hanya Lewat Aplikasi Nusuk, Begini Cara Masuk Raudhah untuk Jemaah Haji Indonesia

Pemilihan waktu melalui aplikasi Nusuk menjadi kunci karena kuota kunjungan ke Raudhah dibatasi dalam setiap sesi.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 22 April 2026, 06:00 WIB
Ribuan jemaah dari berbagai belahan dunia menziarahi Raudhah di Madinah. (Liputan6.com/ Ahmad Apriyono)

Liputan6.com, Madinah - Jemaah haji Indonesia yang ingin beribadah di Raudhah wajib menggunakan aplikasi Nusuk untuk mendapatkan izin masuk. Kebijakan ini berlaku bagi seluruh jemaah dari berbagai negara sebagai upaya pengaturan kunjungan di area yang sangat terbatas.

Raudhah dikenal sebagai lokasi istimewa di dalam Masjid Nabawi, terletak di antara makam Nabi Muhammad SAW dan mimbar-Nya. Area ini kerap disebut sebagai taman surga dan merupakan tujuan utama jemaah untuk berdoa.

Cara masuk raudhah melalui aplikasi Nusuk, yakni jemaah harus terlebih dahulu mengunduh aplikasi tersebut melalui Play Store atau App Store, kemudian membuat akun menggunakan data paspor, visa, dan tanggal lahir.

Setelah registrasi, jemaah diminta memesan jadwal kunjungan melalui menu "Praying in Noble Rawdah". Pemilihan waktu menjadi kunci karena kuota kunjungan dibatasi dalam setiap sesi. Setelah pemesanan dikonfirmasi, aplikasi akan menampilkan barcode sebagai bukti izin resmi.

Pada hari kunjungan, jemaah diarahkan menuju pintu masuk sesuai ketentuan. Pintu 37 digunakan untuk laki-laki, sementara pintu 25 dikhususkan bagi perempuan. Petugas akan mengatur alur masuk berdasarkan waktu yang telah dipilih di aplikasi.

Setibanya di lokasi, askar akan memeriksa barcode pada aplikasi Nusuk. Hanya jemaah yang memiliki izin valid yang diperbolehkan melanjutkan ke dalam area Raudhah.

Pengaturan waktu ibadah juga dibedakan antara laki-laki dan perempuan. Saat ini, jemaah perempuan mendapat kesempatan setelah waktu Subuh hingga menjelang Zuhur, serta setelah Isya hingga tengah malam. Sementara itu, jemaah laki-laki dijadwalkan masuk mulai setelah Dzuhur hingga Magrib.

Durasi Ibadah Relatif Singkat

Suasana di dalam Raudhah yang berada di dalam Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi. (dok. Liputan6.com/Dinny Mutiah)

Durasi ibadah di Raudhah relatif singkat, sekitar 10 menit. Setelah itu, petugas akan mengarahkan jemaah untuk bergeser agar memberi kesempatan pada kelompok berikutnya. Jemaah kemudian diarahkan menuju area makam Nabi Muhammad SAW untuk melaksanakan ziarah.

Di area makam, pergerakan jemaah juga diatur ketat. Setiap pengunjung diminta terus berjalan tanpa berlama-lama guna menjaga kelancaran arus.

Salah satu jemaah asal Malaysia, Fauzi, mengaku bersyukur dapat merasakan pengalaman tersebut. "Alhamdulillah, bisa salat di taman surga dan ziarah ke makam Rasulullah untuk pertama kali," ujarnya pada Senin 20 April 2026.

Dengan sistem berbasis aplikasi ini, pemerintah Arab Saudi memastikan proses ibadah di Raudhah berlangsung tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh jemaah, termasuk dari Indonesia.

Infografis Rencana hingga Jadwal Perjalanan Haji 2026. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya