Ini Pesan Megawati Soekarnoputri Saat Sambangi GPIB Paulus Menteng

Presiden Ke-5 Indonesia yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyinggung soal Pancasila, kebangsaan, keragaman, dan global.

oleh Putu Merta Surya PutraDiterbitkan 21 April 2026, 20:53 WIB
Presiden Ke-5 indonesia yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menjadi pembicara di talkshow Pelayanan Kategorial Persekutuan Kaum Lanjut Usia (Pelkat PKLU) di GPIB Paulus, Menteng. (Foto: Tim DPP PDIP).

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Ke-5 indonesia yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyinggung soal Pancasila, kebangsaan, keragaman, dan globalisasi.

Hal ini disampaikan saat menjadi pembicara di talkshow Pelayanan Kategorial Persekutuan Kaum Lanjut Usia (Pelkat PKLU) di GPIB Paulus, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026).

Megawati meminta agar Pancasila dihayati, bukan sekadar dihafalkan. Ia menegaskan, Pancasila harus terus diperjuangkan dan diamalkan demi Indonesia yang abadi.

Megawati juga menyoroti pentingnya menyampaikan pendapat dengan tetap menjaga etika serta menghindari praktik perundungan  yang belakangan marak terjadi.

"Lima sila mulai dilupakan hanya dihafalkan. Ini yang saya khawatir," ungkap Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini.

Megawati juga memaparkan konsep Trisaksi sebagaimana diajarkan oleh Presiden Pertama RI Soekarno atau Bung Karno.

Dia pun menyinggung soal keragaman, bahwa Megawati berjibaku di era reformasi, menangani konflik sosial bernuansa SARA.

 

"Mudah-mudahan tidak terjadi lagi," sebut Megawati.

Menyangkut isu global, Megawati menceritakan pertemuan dan dialognya dengan Paus Fransiskus, dan mereka membahas soal pemanasan global. Kedua tokoh menekankan urgensi menjaga bumi serta dampaknya bagi manusia.

"Saya diundang ke kediaman pribadi Paus Fransiskus saat itu," kata dia.

Megawati  juga menyinggung kondisi dunia pasca serangan terhadap Iran. Dalam kesempatan itu, beberapa jemaat sempat meneriakkan keluhan mengenai kenaikan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG).

 

Singgung soal Nasionalisme

Megawati juga menyinggung soal rasa nasionalisme di tengah gejolak global ini,  yang menurutnya itu tidak akan hilang meski dunia kini semakin terbuka tanpa batas.

Ia juga berpesan agar warga Indonesia yang sedang atau pernah tinggal di luar negeri tetap menjaga adab ketimuran serta budaya Indonesia, dan tetap memegang teguh etika budaya bangsa saat kembali ke Tanah Air.

"Seperti burung kembali ke sarang. Sarangmu Indonesia, jangan lupa," ucap Megawati.

Pada bagian lain, Megawati juga meminta perkembangan akal imitasi atau Artificial Intelligence (AI) agar dicermati.

Saat tiba di GPIB, Megawati yang hadir bersama politisi PDIP Eriko Sotarduga disambut Ketua Majelis Jemaat GPIB Paulus Jakarta, Pendeta Johny Alexander Lontoh dan Ketua PKLU, Timbul Thomas Lubis.

Usai Megawati beri paparan selama satu jam, Timbul Thomas Lubis yang menjadi moderator mempersilahkan delapan jemaat GPIB untuk bertanya kepada Megawati.

Mengakhiri sesi tanya jawab, Megawati menitipkan pesan kepada jemaat untuk meneruskan pesan-pesan itu kepada generasi muda.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya