Tiga Prajurit Jepang Tewas Akibat Ledakan Peluru Meriam Saat Latihan Militer

Dua dari tiga korban tewas berusia 30-an tahun, sementara satu lainnya berusia 40-an tahun.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 21 April 2026, 20:39 WIB
Foto udara ini memperlihatkan Area Latihan Hijudai di Oita, Jepang selatan, setelah sebuah peluru meriam meledak di dalam sebuah tank saat latihan pada Selasa (21/4/2026). (Dok. Kyodo News via AP)

Liputan6.com, Tokyo - Sebuah peluru meriam meledak di dalam sebuah tank selama latihan militer pada Selasa (21/4/2026) di Jepang selatan, menewaskan tiga prajurit dan melukai satu lainnya.

Ledakan mematikan itu terjadi saat tiga prajurit berada di dalam kubah meriam tank tempur utama Tipe 10. Masing-masing diketahui bernama Sersan Satu Kentaro Hamabe (45), komandan tank; Sersan Shingo Takayama (31), penembak; dan Sersan Kozo Kanai (30), petugas keselamatan.

Menurut para pejabat terkait, penghuni keempat tank tersebut, yaitu pengemudi, selamat namun mengalami luka-luka.

Mengutip laporan Associated Press, mereka sedang mengikuti latihan tembak langsung bersama dua tank lainnya di Hijudai Training Area, Prefektur Oita, Jepang selatan.

Masayoshi Arai, kepala staf Pasukan Bela Diri Darat Jepang (GSDF), mengatakan bahwa militer telah menangguhkan latihan tembak langsung yang menggunakan tank Tipe 10 dan Tipe 90 yang menggunakan jenis peluru yang sama, sementara para pejabat menyelidiki penyebab dan rincian lain dari kecelakaan tersebut.

"Kami akan segera menentukan penyebabnya sehingga dapat mengambil langkah-langkah pencegahan," kata Arai.

Tipe 10 merupakan tank terbaru Jepang yang mulai dikerahkan pada tahun 2011.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya