22 April 1969: Tonggak Sejarah Medis, Transplantasi Mata Pertama di Dunia Sukses Dilakukan

22 April 1969 menjadi momen bersejarah dalam dunia medis. Pasalnya, transplantasi mata pertama berhasil dilakukan.

oleh Erin Rahayu PutriDiterbitkan 22 April 2026, 06:00 WIB
Mengenal After Cataract, Masalah Mata yang Timbul Usai Operasi Katarak. Foto dibuat oleh AI.

Liputan6.com, Washington, D.C. - Pada 22 April 1969, dunia medis mencatat klaim pelaksanaan transplantasi mata pertama di dunia yang disebut sebagai langkah bersejarah dalam pengembangan ilmu kedokteran, khususnya di bidang bedah organ dan pengobatan gangguan penglihatan.

Prosedur tersebut dilakukan oleh dua ahli bedah di Houston Methodist Hospital. Operasi itu melibatkan seorang pasien bernama John Madden (54), seorang fotografer asal Texas, dengan donor dari mendiang M.O.B. Hickman (55).

Meski pihak rumah sakit saat itu belum mengeluarkan pernyataan resmi, ketua tim bedah, Dr. Conrad D. Moore, menyebut pihaknya berharap saraf mata pasien dapat menyatu dengan jaringan donor. Setelah operasi, kelopak mata pasien dilaporkan dijahit sementara untuk mendukung proses pemulihan.

Hasil akhir dari prosedur tersebut diperkirakan baru dapat diketahui dalam beberapa minggu setelah tindakan dilakukan, mengingat kompleksitas proses penyatuan jaringan saraf mata, dikutip dari laman Dawn, Selasa (21/4/2026).

Sebelumnya, Madden diketahui menjalani transplantasi kornea pada mata kanan dua minggu sebelum prosedur tersebut, namun operasi itu tidak menunjukkan hasil yang diharapkan. Kondisi tersebut kemudian mendorong tim medis untuk mencoba pendekatan transplantasi yang lebih kompleks.

Dr. Moore menjelaskan bahwa jaringan mata memiliki peluang penolakan yang lebih rendah dibandingkan organ seperti jantung atau paru-paru, karena bagian luar bola mata memiliki sedikit pembuluh darah. Ia juga menyebutkan bahwa percobaan transplantasi mata secara utuh telah dilakukan pada hewan dengan tingkat keberhasilan terbatas.

Meski demikian, komunitas medis saat itu masih menunggu bukti ilmiah lebih lanjut untuk memastikan tingkat keberhasilan dan dampak jangka panjang dari prosedur tersebut, yang kemudian menjadi salah satu tonggak awal penelitian transplantasi organ visual manusia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya