Real Madrid Tetapkan 2 Kriteria Utama untuk Pelatih Baru: Scaloni dan Mourinho Masuk

Real Madrid siapkan dua kriteria utama dalam memilih pelatih baru, fokus pada pengalaman dan rekam jejak juara.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 21 April 2026, 15:57 WIB
Pelatih Benfica, Jose Mourinho tak senang dengan selebrasi gol Vinicius yang akhirnya memicu insiden tersebut. Hal itu membuatnya memilih bersikap netral terkait insiden rasisme yang dialami Vinicius Junior. (AP Photo/Pedro Rocha)

Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid kembali dihadapkan pada keputusan krusial terkait kursi pelatih tim utama. Posisi ini dikenal sebagai salah satu pekerjaan paling menuntut dalam sepak bola dunia.

Tekanan untuk meraih hasil instan menjadi tantangan utama bagi siapa pun yang memimpin tim. Situasi di ruang ganti juga menambah kompleksitas karena tidak mudah mendapatkan respek dari para pemain.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah pelatih mengalami kesulitan membangun hubungan kuat dengan skuad. Hal ini mendorong manajemen klub untuk lebih selektif dalam menentukan sosok pelatih berikutnya.


Pengalaman Jadi Syarat Utama

Pelatih Argentina Lionel Messi mencium Lionel Messi pada Piala Dunia 2022. Scaloni membawa Messi dan Argentina juara Piala Dunia 2022 setelah mengalahkan Prancis 4-2 (3-3) lewat adu penalti di  Stadion Lusail Iconic, Minggu, 18 Desember 2022. (AP Photo/Natacha Pisarenko)

Manajemen Real Madrid kini menempatkan pengalaman sebagai faktor kunci dalam proses seleksi. Klub menginginkan pelatih dengan rekam jejak panjang dan jam terbang tinggi di level tertinggi.

Keputusan ini tidak lepas dari evaluasi terhadap pelatih sebelumnya yang dinilai belum cukup matang. Kurangnya pengalaman dianggap berdampak pada stabilitas tim dalam jangka panjang.

Nama seperti Lionel Scaloni mulai masuk dalam radar karena keberhasilannya di level internasional. Selain itu, Didier Deschamps juga dinilai memiliki profil yang sesuai dengan kebutuhan klub.

Tak ketinggalan, Jose Mourinho kembali dikaitkan karena rekam jejak panjangnya di kompetisi elite Eropa. Pengalaman menangani tim besar menjadi nilai tambah yang sulit diabaikan.


Mental Juara Jadi Pembeda

Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa (ke-2 kanan), dan Kylian Mbappe (ke-2 kiri) terlihat di pinggir lapangan selama pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026 antara Bayern Munich dan Real Madrid di Munich, Jerman selatan, pada 15 April 2026. (AFP/Karl-Josef HILDENBRAND)

Selain pengalaman, Real Madrid juga menuntut pelatih dengan mental juara. Sosok yang pernah meraih trofi besar diyakini lebih mudah mendapatkan respek dari ruang ganti.

Standar tinggi ini muncul karena karakter skuad yang berisi pemain kelas dunia. Tanpa rekam jejak kemenangan, pelatih berisiko kesulitan mengendalikan situasi internal tim.

Sebelumnya, figur seperti Xabi Alonso sempat mengalami kendala dalam membangun hubungan dengan pemain. Pendekatan taktik yang ketat dinilai menjadi salah satu faktor pemicu jarak di dalam tim.

Sementara itu, Alvaro Arbeloa dinilai lebih fleksibel dalam pendekatan terhadap pemain. Namun, manajemen klub tetap menginginkan sosok dengan kombinasi disiplin dan prestasi.

Keputusan akhir masih menunggu waktu, dengan beberapa kandidat terus dipantau. Arah kebijakan klub akan sangat menentukan masa depan Real Madrid di musim mendatang.

Sumber: Madrid Universal

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya