Belajar Cara Brasil, Rano Karno Ingin Ikan Sapu-Sapu Diolah Jadi Arang

Cara itu menjadi alternatif solusi dalam menangani ledakan populasi ikan sapu-sapu di Jakarta.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 21 April 2026, 12:56 WIB
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno meresmikan Sustainable Development Goals (SDGs) Corner di Museum Bahari, Jakarta Utara, Sabtu (14/2/2026). (Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Pemprov DKI Jakarta membuka opsi pemanfaatan ikan sapu-sapu menjadi produk bernilai guna. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyebut inovasi tersebut mengacu pada Brasil, yang mengolah ikan sapu-sapu menjadi berbagai bahan, termasuk arang.

“Ada usulan sementara, ini pernah dilakukan oleh Brasil. Bahwa ternyata ikan sapu-sapu ini di Brasil juga menjadi permasalahan, tapi ternyata dia bisa menjadi komponen lain. Itu bahkan bisa menjadi arang. Nah, itu kemarin saya kirim kepada dinas LH. ‘Coba kita bikin seperti ini’,” kata Rano di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Menurut dia, temuan tersebut menjadi alternatif solusi dalam menangani ledakan populasi ikan sapu-sapu di Jakarta yang selama ini menimbulkan persoalan lingkungan.

Di sisi lain, Rano mengakui penanganan awal ikan sapu-sapu yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta masih memiliki kekurangan, termasuk dalam proses pemusnahan ikan yang dinilai belum optimal hingga dikritik Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Jadi artinya kemarin itu kan baru pertama kali. Kita juga kaget, lho. Jumlah ikan sapu-sapu yang tertangkap sekian ton itu kaget kita kan,” kata dia.

Perbaiki Cara Tangani Ikan Sapu-sapu

Rano menyampaikan, ke depan prosedur penanganan akan diperbaiki, termasuk memastikan ikan dalam kondisi mati sebelum diproses lebih lanjut.

“Tapi mungkin kemarin istilahnya penguburannya kan banyak yang belum mati segala macam. Untuk itu mungkin kita akan nanti kita benahi sajalah,” ujar Rano.

Dia menyebut bahwa, penanganan ikan sapu-sapu merupakan bagian dari program yang akan terus dilanjutkan karena dampak yang ditimbulkan terhadap ekosistem perairan cukup besar.

“Karena memang ini adalah satu program yang harus kita lakukan, kenapa dilakukan itu, banyak sekali masalah yang dihadapi oleh ikan sapu-sapu ini. Nah makanya, coba kita lakukan sesuatu,” ucapnya.

Dia juga memastikan dalam operasi berikutnya, metode penanganan akan disesuaikan, termasuk kemungkinan memanfaatkan teknologi pengolahan agar lebih efektif dan tidak menimbulkan polemik baru.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya