Liputan6.com, Jakarta - Siswa SMKN 2 Bitung, Sulawesi Utara menjadi korban penyerangan setelah melawan saat dipalak. Korban berinisial JK diserang dengan panah wayer oleh sekelompok orang. Polisi bergerak cepat meringkus pelaku.
Insiden itu terjadi di area kantin samping SMKN 2 Bitung di Kelurahan Bitung Barat Dua, Kecamatan Maesa, Kota Bitung, Sulut, pada Senin (20/4/2026) sekitar pukul 10.15 Wita.
Advertisement
Korban diketahui berinisial JK (17), pelajar SMKN 2 Bitung. Saat kejadian, korban tengah berada di kantin bersama sejumlah temannya. Tiba-tiba, tiga terduga pelaku berinisial A, Y, dan M datang menggunakan sepeda motor dan meminta uang kepada para siswa.
Permintaan itu ditolak. Situasi pun memanas ketika salah satu pelaku diduga melakukan kekerasan terhadap teman korban. JK kemudian mencoba membela temannya hingga terjadi perkelahian.
Akibat kejadian tersebut, dua orang mengalami luka. JK terluka akibat serangan menggunakan benda tajam jenis panah wayer.
Sementara itu, salah satu terduga pelaku berinisial A mengalami luka di bagian kepala akibat benturan benda keras. Keduanya sempat dilarikan ke RS AL Bitung untuk mendapatkan perawatan medis.
"Kasus ini kami tangani secara profesional dan akan dituntaskan bersama Polsek Maesa," ujar Kasat Reskrim Polres Bitung, AKP Ahmad Anugrah.
Pelaku Pemalakan Diburu
Kapolsek Maesa AKP Tuegeh Darus menegaskan pihaknya berkomitmen menjaga keamanan, khususnya bagi pelajar. Dia juga mengaku prihatin dengan kejadian itu.
"Kami prihatin dengan kejadian ini. Kami imbau para pelajar untuk menghindari kekerasan dan segera melapor jika ada gangguan kamtibmas," katanya.
Dia menambahkan, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan memburu para terduga pelaku lainnya.
Sementara itu, Kepala SMKN 2 Bitung, Meryati Taengetan mengatakan, siswanya sudah menjalani tindakan operasi di RSAL Bitung. Sisnya juga didampingi oleh pihak sekolah yakni wali kelas serta sekuriti.
"Biaya perawatan dan pengobatan ditangani BPJS, tinggal menunggu pemeriksaan kembali oleh dokter kalau sudah bisa dirawat jalan. Ada wali kelas yang mendampingi siswa tersebut," ujar Meryati.