BPJS Menyapa di SMAN 8 Jakarta, Dorong Literasi JKN Sejak Dini di Kalangan Pelajar

Program BPJS Menyapa hadir di SMAN 8 Jakarta untuk meningkatkan literasi JKN di kalangan pelajar sekaligus menyerap aspirasi peserta secara langsung.

oleh Wuri AnggariniDiterbitkan 21 April 2026, 09:55 WIB
Foto dok. BPJS Kesehatan

Liputan6.com, Jakarta - Upaya memperkuat literasi dan kedekatan dengan peserta terus dilakukan oleh BPJS Kesehatan. Salah satunya melalui program BPJS Menyapa, yang menjadi ruang untuk menyerap aspirasi sekaligus memberikan respons cepat terhadap berbagai masukan dari peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Program tersebut digelar di SMAN 8 Jakarta pada 20 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Quick Wins 100 Hari Direksi BPJS Kesehatan 2026 melalui inisiatif Respons Cepat Solutif yang bertujuan meningkatkan kualitas layanan sekaligus mempererat komunikasi dengan masyarakat.

Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Abdi Kurniawan Purba, mengatakan program ini dirancang untuk memperkuat kehadiran BPJS Kesehatan di tengah peserta dengan menghadirkan interaksi langsung di lapangan.

“Melalui BPJS Menyapa, kami ingin memastikan setiap masukan dan pengaduan peserta tidak berhenti di pencatatan, tetapi langsung ditindaklanjuti secara cepat dan solutif. Kami hadir untuk mendengar sekaligus menyelesaikan,” ujar Abdi.

Menurutnya, kegiatan BPJS Menyapa dilakukan melalui kunjungan langsung kepada peserta maupun para pemangku kepentingan. Cara ini memungkinkan BPJS Kesehatan memperoleh umpan balik atas layanan JKN secara lebih komprehensif sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Pendekatan ini memungkinkan kami menangkap kondisi riil di lapangan, sehingga setiap respons yang diberikan lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi peserta,” tambahnya.

Libatkan Generasi Muda dalam Literasi JKN

Abdi menyebut, pemilihan lingkungan sekolah, seperti SMAN 8 Jakarta, menjadi bagian dari strategi BPJS Kesehatan untuk menjangkau generasi muda sejak dini. Selain sebagai peserta potensial, pelajar dinilai memiliki peran sebagai agen perubahan yang dapat mendorong pemahaman keluarga dan lingkungan sekitarnya terhadap pentingnya Program JKN.

Untuk meningkatkan literasi, BPJS Kesehatan melibatkan Duta Muda BPJS Kesehatan sebagai ujung tombak penyebaran informasi JKN di lingkungan sekolah. Kehadiran mereka diharapkan dapat membantu siswa memahami JKN dengan cara yang lebih dekat dan mudah dipahami.

“Kami ingin menanamkan pemahaman sejak dini bahwa Program JKN adalah tanggung jawab bersama. Generasi muda memiliki peran penting untuk ikut menjaga keberlangsungan program ini, dimulai dari lingkungan terdekat mereka,” kata Abdi.

Wakil Kepala SMA Negeri 8 Jakarta Bidang Sarana dan Prasarana, Gatot Handoko menyambut baik pelaksanaan BPJS Menyapa sebagai upaya memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya Program JKN sejak dini. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan siswa di luar kurikulum, tetapi juga membentuk kepedulian sosial dan tanggung jawab generasi muda terhadap program kesehatan nasional.

Bukan hanya itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa untuk berkontribusi dalam mewujudkan generasi unggul menuju Indonesia Emas.

"Kami memiliki sebutan kepada para murid sebagai generasi emas. Harapannya dengan adanya sebutan ini bisa menjadi doa para siswa kami menjadi generasi emas sehingga bisa membantu mewujudkan Indonesia Emas di tahun 2045," tegas Handoko.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya