Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) mengimbau penumpang kereta rel listrik (KRL) untuk memanfaatkan akses alternatif di Stasiun Bogor. Imbauan ini menyusul penutupan sementara peron jalur 6 hingga 8 dalam rangka pengembangan prasarana stasiun.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan pihaknya telah menyiapkan skema pengaturan kepadatan penumpang, termasuk penambahan akses masuk dan keluar area peron.
Advertisement
"Dalam kondisi kepadatan tertentu, sangat dimungkinkan petugas akan mengarahkan pengguna untuk mengoptimalkan aksesibilitas melalui JPO Paledang," ujar Karina saat ditemui di Commuter Hall, Stasiun Juanda, Jakarta, Senin (20/4/2026).
JPO Paledang dapat digunakan penumpang untuk mengakses peron 1 hingga 5 yang saat ini aktif melayani naik turun penumpang. Meski demikian, akses tersebut berada di sisi yang sedikit memutar dari area utama Stasiun Bogor.
Karina menjelaskan, pengaturan kepadatan ini telah diterapkan sejak Senin pagi, terutama saat jam sibuk (peak hour) yang memang kerap terjadi peningkatan volume penumpang di awal pekan.
"Jadi pada saat peak hour tadi pagi, pengaturan juga dilakukan oleh petugas baik untuk penumpang yang menuju peron 4-5 dari arah Hall Barat maupun penumpang yang tiba di Stasiun Bogor," jelasnya.
Penambahan Fasilitas untuk Kenyamanan Penumpang
KAI Commuter juga telah merespons masukan pengguna dengan menambah fasilitas pendukung di jalur akses alternatif, seperti kanopi dan penerangan.
"Nah, sebelumnya sempat ada pemberitaan terkait kebutuhan kanopi di pedestrian sementara. Saat ini sudah dilakukan pemasangan kanopi dan penambahan penerangan," ungkap Karina.
"Sehingga harapannya ini membantu memberikan kenyamanan bagi pengguna selama kami menjalankan perbaikan infrastruktur di Stasiun Bogor," tambahnya.
Penyesuaian Perjalanan KRL Selama Pengerjaan
Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menyampaikan bahwa akan ada penyesuaian perjalanan KRL selama penutupan jalur berlangsung, yang diperkirakan sekitar tiga bulan.
“Penyesuaian ini kami lakukan dengan mengutamakan aspek keselamatan perjalanan kereta api, mengingat adanya keterbatasan jalur operasional selama pekerjaan berlangsung,” kata Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo.
Pekerjaan pengembangan di Stasiun Bogor mencakup perpanjangan jalur kereta api serta penataan dan pengembangan peron guna meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan.
"Penutupan sementara peron jalur 6 sampai 8 dilakukan untuk memastikan seluruh proses pekerjaan dapat berjalan dengan aman dan optimal," ujar Franoto.
Ke depan, pengembangan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas layanan, memperlancar arus penumpang, serta memberikan kenyamanan yang lebih baik di Stasiun Bogor, yang merupakan salah satu stasiun tersibuk di wilayah Jabodetabek.