IHSG Hari Ini 20 April 2026 Tergelincir, Seluruh Sektor Saham Memerah

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal bertahan di posisi 7.600 pada perdagangan saham Senin, (20/4/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 20 April 2026, 17:49 WIB
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah melemah pada perdagangan saham Senin, (20/4/2026). (AP Photo/Tatan Syuflana)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah melemah pada perdagangan saham Senin, (20/4/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah sektor saham memerah dan transaksi harian saham di bawah Rp 20 triliun.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini turun 0,52% menjadi 7.594,11.Indeks saham LQ45 terpangkas 0,40% menjadi 755,84.  Sebagian besar indeks saham acuan memerah.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menuturkan, dari dalam negeri IHSG melemah seiring aksi ambil untung dan wait and see menjelang rilis tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI) pada 22 April 2026.

Dari dalam negeri, BI menggelar pertemuan RDG pada 21-22 April 2026 pekan ini, setelah mempertahankan suku bunganya tidak berubah selama enam bulan berturut-turut pada Maret bulan lalu.

"Meskipun inflasi saat ini masih berada dalam target, risikonya cenderung meningkat, terutama akibat ketegangan geopolitik yang berpotensi mendorong inflasi inti," tutur Nico dikutip dari Antara.

Konsensus memperkirakan BI kemungkinan masih akan tetap menjaga suku bunga acuan di level 4,75 persen untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi yang masih terkendali.

Dari mancanegara, bursa kawasan Asia didominasi penguatan setelah China mempertahankan suku bunga pinjaman utamanya di level terendah sepanjang sejarah untuk bulan ke-11 berturut-turut pada April 2026, atau sesuai ekspektasi.

Akan tetapi, penguatan tersebut tertahan oleh penurunan tajam Futures saham AS, setelah Washington menyita kapal kargo Iran yang mencoba menembus blokade, dengan Teheran berjanji akan membalas dan menutup peluang negosiasi lanjutan.

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.692,14 dan level terendah  7.570,42. Sebanyak 424 saham melemah sehingga menekan IHSG. 247 saham menguat dan 148 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.461.693 kali dengan volume perdagangan 40,8 miliar. Nilai transaksi harian saham Rp 17,2 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.144.

 

Sektor Saham dan Gerak Saham

Pekerja menatap layar monitor yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (7/2/2025). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Seluruh sektor saham memerah. Sektor saham properti merosot 2,04%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi terpangkas 1,34%, sektor saham basic turun 0,61%, sektor saham industri tergelincir 0,64%. Lalu sektor saham consumer nonsiklikal susut 1,06%, sektor saham consumer siklikal merosot 1,19% dan sektor saham kesehatan turun 0,80%.

Selain itu, sektor saham keuangan terpangkas 1,15%, sektor saham teknologi terperosok 1,29%, sektor saham infrastruktur turun 0,22% dan sektor saham transportasi melemah 0,84%.

Gerak Saham

Awal pekan ini, saham PBRX turun 4,88% menjadi Rp 39 per saham. Harga saham PBRX dibuka turun satu poin menjadi Rp 40 per saham. Harga saham PBRX berada di level tertinggi Rp 40 dan terendah Rp 39 per saham. Total frekuensi perdagangan 457 kali dengan volume perdagangan saham 101.143 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 397,5 juta.

Harga saham PIPA naik 0,69% menjadi Rp 146 per saham. Harga saham PIPA dibuka menguat dua poin ke posisi Rp 147 per saham. Saham PIPA berada di level tertinggi Rp 147 dan terendah Rp 140 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.608 kali dengan volume perdagangan saham 169.810 saham. Nilai transaksi Rp 2,4 miliar.

Harga saham PWON melemah 1,14% menjadi Rp 348 per saham. Harga saham PWON dibuka stagnan di Rp 352 per saham. Saham PWON berada di level tertinggi Rp 354 dan terendah Rp 346 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.736 kali dengan volume perdagangan saham 312.757 saham. Nilai transaksi Rp 10,9 miliar.

Harga saham MEDC ditutup stagnan di posisi Rp 1.700 per saham. Saham MEDC dibuka menguat lima poin menjadi Rp 1.705 per saham. Saham MEDC berada di level tertinggi Rp 1.730 dan terendah Rp 1.670 per saham. Total frekuensi perdagangan 11.739 kali dengan volume perdagangan saham 607.189 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 103,3 miliar.

Top Gainers-Losers

Hal tersebut buntut keputusan Beijing yang membalas kebijakan Donald Trump dengan kenaikan tarif sebesar 84 persen. (BAY ISMOYO/AFP)

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham DEFI melonjak 34,97%
  • Saham LCKM melonjak 34,88%
  • Saham MDIA melonjak 34,83%
  • Saham KICI melonjak 34,38%
  • Saham BAPA melonjak 30,92%

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

  • Saham MLPT merosot 16%
  • Saham RISE merosot 13,03%
  • Saham NIRO merosot 12,50%
  • Saham RSCH merosot 10,29%
  • Saham TCPI merosot 10,17%

 

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BBRI senilai Rp 1,2 triliun
  • Saham BBCA senilai Rp 892,7 miliar
  • Saham BUMI senilai Rp 567,9 miliar
  • Saham BRMS senilai Rp 521,3 miliar
  • Saham BRPT senilai Rp 495,4 miliar

 

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham MDIA tercatat 83.494 kali
  • Saham PACK tercatat 76.921 kali
  • Saham KOTA tercatat  65.444 kali
  • Saham BNBR tercatat 64.744 kali
  • Saham BAPA tercatat 63.793 kali

 

 

Bursa Saham Asia Pasifik

Ilustrasi bursa saham Asia (Foto by AI)

Mengutip Antara, bursa saham Asia Pasifik pada Senin sore ini antara lain indeks Nikkei naik 404,60 poin atau 0,69 persen ke posisi 58.880,50, indeks Hang Seng bertambah 200,74 poin atau 0,77 persen ke posisi 26.361,07, indeks Shanghai menguat 30,70 poin atau 0,76 persen ke posisi 4.082,13, dan indeks Straits Times menanjak 6,14 poin atau 0,12 persen ke 5.004,07.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya