Liputan6.com, Jakarta - Anak minum susu secara berlebihan dapat mengganggu proses penyerapan zat besi dalam tubuhnya.
“Yang bermasalah itu adalah kalsiumnya karena bisa jadi kompetitif dengan penyerapan zat besinya,” kata dokter spesialis anak Lucky Yogasatria di Jakarta baru-baru ini.
Advertisement
Susu formula maupun susu segar tetap dapat diberikan maksimal sebanyak 500 mililiter per hari, terutama bagi anak yang berusia dua tahun. Namun perlu diberi jeda. Durasi jeda yang dianjurkan yakni dua jam sebelum atau sesudah makan. Pengaturan jadwal tersebut akan membantu penyerapan zat besi lebih optimal dan menjaga nafsu makan anak tetap dalam kondisi yang baik.
“Kalau usia setelah dua tahun bahkan (susu) tidak perlu-perlu sekali karena sudah ada real food,” kata Lucky mengutip Antara.
Lucky juga tidak menganjurkan anak diberikan teh. Minuman ini mengganggu penyerapan zat besi.
Efek anak kekurangan zat besi bisa menyebabkan tumbuh kembang anak tidak optimal. Beberapa risiko yang dapat terjadi seperti mengalami anemia, terganggunya pertumbuhan otak hingga penurunan IQ.
Ia pun menyarankan agar anak diberikan makanan yang mengandung zat besi seperti melalui hati ayam, daging ayam dan daging sapi bagi anak-anak yang sudah mulai mendapatkan Makanan Pendamping ASI (MPASI).
Kebutuhan Zat Besi Anak
Pada bayi baru lahir sampai usia 4 bulan ia menyebut masih mendapatkan cadangan zat besi dari ASI ibu. Sedangkan untuk anak usia 4 sampai 6 bulan sudah boleh diberikan suplemen zat besi, sesuai rekomendasi dari dokter masing-masing yang disesuaikan dengan kebutuhan anak.
Lepas usia 4 bulan kebutuhan zat besi pada bayi mula tidak tercukupi, sedangkan bayi membutuhkan sekitar 11 miligram zat besi per hari atau setara dengan 70 gram hati ayam.
“Jumlah (kandungan zat besi kalau kita mengonsumsi hati ayam itu) lumayan kecil. Tapi kalau dia pakai daging ayam itu bisa sampai 400-500 gram. Itu cukup besar untuk (porsi) anak di 7 atau 8 bulan,“ kata Lucky.