Wall Street AS Melejit, S&P 500 Cetak Rekor di Atas 7.100

Indeks saham AS, S&P 500 mencatat penutupan pertama di atas 7.100, sedangkan Nasdaq membukukan rentetan kemenangan terpanjang sejak 1992.

oleh Septian DenyDiterbitkan 18 April 2026, 08:00 WIB
Steven Kaplan (tengah) saat bekerja dengan sesama pialang di New York Stock Exchange, Amerika Serikat, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street anjlok karena investor menunggu langkah agresif pemerintah AS atas kejatuhan ekonomi akibat virus corona COVID-19. (AP Photo/Richard Drew)

Liputan6.com, Jakarta - Saham-saham di Amerika Serikat (AS) melonjak tinggi pada hari Jumat setelah Iran menyatakan Selat Hormuz sepenuhnya terbuka menyusul pengumuman gencatan senjata antara Israel dan Lebanon .

Indeks saham S&P 500 melonjak 1,2% dan ditutup pada 7.126,06, melampaui ambang batas 7.100 untuk pertama kalinya. Indeks saham Nasdaq Composite naik 1,52% dan ditutup pada 24.468,48 untuk hari kemenangan ke-13 berturut-turut dan rentetan positif terpanjang sejak 1992.

Kedua indeks mencatatkan rekor intraday dan penutupan baru.

Sedangkan Indeks Dow Jones Industrial Average Melonjak 868,71 poin, atau 1,79%, dan berakhir di 49.447,43. Indeks saham Russell 2000 juga mencapai level tertinggi baru. Indeks saham berkapitalisasi kecil tersebut naik lebih dari 2%.

Dalam sebuah unggahan di X yang diterbitkan pada hari Jumat, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menulis, “Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata, pada rute terkoordinasi seperti yang telah diumumkan oleh Organisasi Pelabuhan dan Maritim Republik Islam Iran.”

Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Kamis bahwa para pemimpin Israel dan Lebanon sepakat untuk gencatan senjata selama 10 hari, yang mulai berlaku pada pukul 5 sore waktu setempat pada hari itu.

Harga minyak anjlok setelah pengumuman Iran karena kekhawatiran akan gangguan pasokan berkurang. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun hampir 12% menjadi USD 83,85 per barel, sementara patokan internasional BrentHarga minyak mentah berjangka turun 9% dan ditutup pada $90,38 per barel.

 

 

Pernyataan Trump

Pedagang bekerja di New York Stock Exchange, New York, 10 Agustus 2022. (AP Photo/Seth Wenig, file)

Trump, yang berterima kasih kepada Iran karena membuka selat tersebut dalam sebuah unggahan di Truth Social pada hari Jumat, mengatakan dalam unggahan terpisah bahwa negara Timur Tengah itu telah setuju untuk tidak pernah menutup jalur air tersebut lagi.

Dia juga mengatakan dalam sebuah unggahan bahwa blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan Iran akan “TETAP BERLAKU SEPENUHNYA” sampai kesepakatan damai dengan Teheran tercapai. Dia menambahkan bahwa “PROSES INI SEHARUSNYA BERJALAN SANGAT CEPAT KARENA SEBAGIAN BESAR POINNYA SUDAH DINEGOSIASIKAN.” 

Namun, pembukaan kembali selat tersebut mungkin terbatas, karena kantor berita Tasnim Iran melaporkan bahwa kapal dan kargo yang terkait dengan negara-negara yang bermusuhan tidak akan diizinkan untuk melewatinya. Laporan Tasnim juga mengatakan bahwa selat tersebut akan ditutup jika blokade AS berlanjut.

Masih belum pasti apakah kapal akan dipaksa membayar tol untuk melintasi jalur air tersebut.

Saham-saham di industri-industri utama yang rentan terhadap penutupan selat secara efektif, seperti perusahaan pelayaran dan maskapai penerbangan , mengalami pemulihan. Saham Boeingdan Royal CaribbeanSebagai contoh, mereka meningkatkan masing-masing sebesar 2% dan 7%. Yang lain seperti Amazondan Airbnbjuga bergerak lebih tinggi.

 

Peran Iran-AS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Ruang Oval, Gedung Putih, pada 30 Januari 2026. (Dok. AP/Evan Vucci)

Investor kini “bergerak melampaui konflik ini,” kata Kepala Ahli Strategi Pasar di Ameriprise Financial Anthony Saglimbene.

“Saya pikir pasar telah mengesampingkan skenario terburuk, dan melihat jalan bagi AS dan Iran untuk mengakhiri konflik dan Selat Hormuz tetap terbuka. Selama itu tetap menjadi jalan yang paling mungkin, maka pasar akan memperhitungkannya," lanjut dia.

Trump mengatakan pada hari Kamis bahwa perang dengan Iran seharusnya segera berakhir. Dia menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah acara di Las Vegas dan menggambarkan konflik tersebut sebagai berjalan dengan lancar.

Hal itu didasarkan pada komentarnya awal pekan ini bahwa perang tersebut hampir berakhir dan bahwa Iran sangat ingin membuat kesepakatan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya