Liputan6.com, Washington, D.C. - Konflik bersenjata pertama dalam Revolusi Amerika terjadi pada 19 April 1775 di Lexington, ketika pasukan Inggris dan milisi kolonial terlibat bentrokan yang kemudian menjadi awal perang kemerdekaan Amerika Serikat.
Dalam peristiwa tersebut, sekitar 700 tentara Inggris berhadapan dengan 77 milisi kolonial di bawah komando Kapten John Parker di wilayah Lexington, Massachusetts. Meski sempat diperintahkan mundur oleh Mayor John Pitcairn karena kalah jumlah, situasi berubah setelah sebuah tembakan misterius dilepaskan dan memicu baku tembak singkat antara kedua pihak.
Advertisement
Bentrok tersebut menewaskan delapan warga kolonial Amerika, sementara dari pihak Inggris hanya satu prajurit dilaporkan mengalami luka, dikutip dari History, Minggu (19/4/2026).
Peristiwa ini merupakan bagian dari eskalasi ketegangan yang telah berlangsung lama antara koloni Amerika dan pemerintah Inggris. Pada periode tersebut, wilayah Massachusetts menjadi pusat aktivitas kelompok Patriot yang membentuk pemerintahan revolusioner bayangan serta melatih milisi untuk menghadapi kemungkinan konfrontasi bersenjata dengan pasukan Inggris yang berkedudukan di Boston.
Menjelang pecahnya konflik, Jenderal Thomas Gage yang menjabat sebagai gubernur militer Inggris di Massachusetts menerima perintah dari London untuk menyita persediaan senjata dan amunisi milik kelompok pemberontak. Ia kemudian memerintahkan operasi militer menuju Concord pada 18 April 1775 dengan target gudang senjata milisi serta penangkapan dua tokoh Patriot, Samuel Adams dan John Hancock.
Namun, rencana tersebut telah diketahui lebih awal oleh pihak Patriot. Melalui aksi peringatan oleh Paul Revere dan William Dawes, milisi lokal berhasil bersiap menghadapi kedatangan pasukan Inggris.
Meski milisi mengalami tekanan di Lexington, perlawanan terbesar justru terjadi di Concord. Dalam perjalanan mundur menuju Boston, pasukan Inggris diserang dari berbagai titik persembunyian oleh milisi kolonial. Serangan gerilya tersebut berlangsung sepanjang rute sekitar 16 mil dan menyebabkan kerugian signifikan di pihak Inggris, dengan hampir 300 tentara tewas, terluka, atau hilang, sementara korban di pihak Patriot tercatat di bawah 100 orang.
Pertempuran Lexington dan Concord kemudian tercatat sebagai awal resmi Revolusi Amerika, yang berkembang menjadi perang berskala luas dan berakhir dengan berdirinya Amerika Serikat sebagai negara merdeka beberapa tahun kemudian.