Rupiah Dibuka Melemah, Tengok Prediksinya Sepanjang Hari Ini

Simak nilai tukar rupiah dan dolar AS hari ini Jumat 17 April 2026.

oleh Septian DenyDiterbitkan 17 April 2026, 11:23 WIB
Pegawai menunjukkan mata uang rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (5/1/2023). Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp15.616 per dolar AS pada Kamis (5/1) sore ini. Mata uang Garuda melemah 34 poin atau minus 0,22 persen dari perdagangan sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah hari ini dibuka melemah. Rupiah turun 18 poin atau 0,10 persen menjadi Rp17.157 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.139 per dolar AS.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede memperkirakan rupiah memperoleh sentimen positif seiring potensi gencatan senjata antara AS dengan Iran.

Perkiraan itu melihat dari potensi berakhirnya gencatan senjata akan dibarengi pula dengan pembukaan kembali Selat Hormuz.

“Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa konflik yang telah berlangsung selama tujuh minggu tersebut hampir berakhir, sementara Gedung Putih menyampaikan keyakinan terhadap tercapainya kesepakatan dan membuka kemungkinan adanya pertemuan lanjutan secara langsung di Pakistan,” katanya, dikutip dari Antara, Jumat (17/4/2026).

Mengutip Anadolu, Kementerian Luar Negeri Pakistan mengatakan AS dan Iran tetap bersedia untuk terlibat dalam dialog berkelanjutan dan mendesak agar tak ada spekulasi terkait rencana pembicaraan kedua di Islamabad.

Juru Kemlu Pakistan Tahir Andrabi mengatakan bahwa hal rinci terkait delegasi AS dan Iran nantinya merupakan urusan internal pihak-pihak yang bersangkutan.

Berbicara dalam konferensi pers di Islamabad, Andrabi menyampaikan bahwa program nuklir Iran termasuk di antara isu serius dan konstruktif yang dibahas dalam negosiasi yang sedang berlangsung. Komentar tersebut muncul ketika Pakistan meningkatkan upaya mediasi setelah pembicaraan selama 16 jam antara AS dan Iran pada akhir pekan lalu berakhir tanpa kesepakatan.

Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif sedang melakukan kunjungan regional ke Arab Saudi, Qatar, dan Turki. Sedangkan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Jenderal Asim Munir ke Iran untuk melakukan pembicaraan dengan para pemimpin Iran.

 

 

Sentimen Positif

Bank Indonesia (BI) menegaskan akan memastikan keseimbangan supply dan demand di tengah pelemahan nilai tukar rupiah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sentimen positif juga berasal dari data Produk Dometik Bruto (PDB) Tiongkok yang solid pada kuartal I-2026. Hal itu dinilai memperkuat keyakinan investor bahwa pemerintah Tiongkok mampu meredam dampak konflik Iran dengan gangguan yang terbatas, ditopang oleh cadangan minyak yang memadai serta berbagai langkah mitigasi.

Tercatat, ekonomi Tiongkok tumbuh sebesar 5 persen year-on-year (yoy), meningkat dari 4,5 persen yoy pada kuartal IV-2025 dan melampaui ekspektasi pasar sebesar 4,8 persen yoy, sekaligus mencatatkan laju pertumbuhan tercepat dalam tiga kuartal terakhir.

Melihat sentimen dari sisi domestik, lanjut Josua, Bank Indonesia (BI) turut menopang kepercayaan pasar, seiring Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan kembali komitmen bank sentral terhadap stabilitas kebijakan dalam pertemuan dengan investor di New York dan Boston.

Pemerintah juga menyoroti pengakuan eksternal terhadap ketahanan ekonomi Indonesia dari Asian Development Bank (ADB) dan FTSE Russell.

Salah satu proyeksi disampaikan oleh ADB yang memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh stabil sebesar 5,2 persen pada 2026 dan 2027, naik dari realisasi 5,1 persen pada 2025. Proyeksi tersebut tercantum dalam laporan ADB April 2026 bertajuk The Middle East Conflict Challenges Resilience in Asia and the Pacific.

 

Status Pasar Modal Indonesia

Pada periode yang hampir bersamaan, lembaga indeks global FTSE Russell pada 7 April 2026 mempertahankan status pasar modal Indonesia sebagai Secondary Emerging Market dan tidak memasukkan Indonesia ke dalam daftar pemantauan (watch list) untuk potensi penurunan status.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa turut menyampaikan bahwa S&P Global Ratings kembali mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB (investment grade) dengan outlook stabil pasca tinjauan di Washington, D.C.

Meski demikian, penguatan rupiah disebut relatif terbatas dibandingkan mata uang regional lainnya. Hal itu antara lain dipengaruhi persepsi investor yang masih melihat fundamental ekonomi Indonesia relatif lebih rentan, serta meningkatnya permintaan dolar AS seiring periode pembayaran kupon dan dividen instrumen keuangan domestik kepada investor non-residen.

“Untuk hari ini, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp17.075–Rp17.200 per dolar AS,” kata Josua.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya