Liputan6.com, Jakarta - PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2025 dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta. Para pemegang saham menyetujui sejumlah agenda strategis, termasuk perubahan susunan Dewan Komisaris, penetapan penggunaan saldo laba untuk tambahan cadangan wajib dan pembagian dividen, serta penguatan struktur permodalan.
RUPST menyetujui pengunduran diri Bacelius Ruru dari jabatannya sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen Perseroan. Sebagai penggantinya, pemegang saham menetapkan Ahmad Fuad Rahmany sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen yang baru, dengan masa jabatan hingga tahun 2028.
Advertisement
Selain itu, Perseroan memperkuat jajaran pengawas dengan mengangkat Judy Lee sebagai Komisaris Independen untuk masa jabatan hingga tahun 2030. Pemegang saham juga menyetujui pengangkatan kembali seluruh anggota Direksi Perseroan.
Dengan demikian, susunan pengurus Perseroan menjadi sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
- Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Dr. Ahmad Fuad Rahmany
- Komisaris Independen: Yasmin S. Wirjawan
- Komisaris Independen: Frances Kang (Kang Tzu Ping)
- Komisaris Independen: Judy Lee
Direksi:
- Direktur Utama: Dicky Yordan
- Direktur: Alvin Firman Sunanda
- Direktur: Juli Oktarina
- Direktur: Mufti Utomo
- Direktur: Sudharmono Saragih
Penggunaan Saldo Laba
Terkait penggunaan saldo laba tahun buku 2025, para pemegang saham menyetujui penetapan penggunaan saldo laba Perseroan untuk menambah cadangan wajib dan pembagian dividen guna memberikan nilai tambah bagi investor.
Keputusan pembagian dividen ini merupakan cermin dari kepercayaan fundamental manajemen terhadap kekuatan arus kas perusahaan dan komitmen berkelanjutan untuk memberikan nilai nyata bagi pemegang saham, meskipun menghadapi tantangan makro ekonomi pada periode ini.
Sebagai bagian dari pengelolaan modal yang pruden, Perseroan juga telah mendapatkan persetujuan untuk menjajaki Penawaran Umum Terbatas (Rights Issue). Langkah ini dipersiapkan guna memberikan ruang bagi Perseroan dalam memperkuat struktur keuangan apabila diperlukan untuk mendukung proyek-proyek hijau di masa mendatang.
Bersamaan dengan itu, Perseroan mengumumkan Program Pembelian Kembali Saham (buyback), sebuah langkah yang menegaskan keyakinan manajemen terhadap fundamental yang kuat dan prospek pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
Dengan modal yang lebih kuat, struktur organisasi yang optimal, dan alignment yang solid antara manajemen, karyawan, dan pemegang saham, TBS siap untuk memasuki fase berikutnya dari perjalanan transformasi menuju 2030.
Persetujuan juga diberikan untuk berbagai agenda administratif, termasuk Laporan Tahunan 2025, laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit untuk tahun buku 2025, pembaruan kewenangan kepada Dewan Komisaris terkait remunerasi dan Direksi terkait pelaksanaan Program Kepemilikan Saham Manajemen dan/ atau Karyawan (MESOP), penunjukan auditor independen, serta perubahan pada Anggaran Dasar.