18 April 1775: Tembakan Pertama di Lexington, Awal Pecahnya Revolusi Amerika Serikat

Insiden di Lexington pada 18 April 1775 ini menandai dimulainya konflik bersenjata antara koloni Amerika Serikat dan Inggris.

oleh Erin Rahayu PutriDiterbitkan 18 April 2026, 06:00 WIB
Lukisan karya John Trumbull ini menggambarkan pasukan Mayor Jenderal Inggris Charles Cornwallis (yang tidak hadir pada saat penyerahan diri), menyerah kepada pasukan Prancis dan Amerika setelah Pengepungan Yorktown (28 September-19 Oktober 1781) selama Perang Revolusi Amerika. (Wikimedia Commons/John Trumbull)

Liputan6.com, Washington D.C - Peristiwa malam 18 April 1775 menjadi titik balik dalam sejarah Amerika Serikat, ketika pergerakan pasukan Inggris untuk menertibkan koloni justru memicu pecahnya perang terbuka yang kemudian dikenal sebagai Perang Revolusi Amerika Serikat.

Saat itu, ketegangan antara koloni Amerika Serikat dan pemerintah Inggris telah mencapai puncaknya, khususnya di wilayah Massachusetts. Para pemimpin Patriot di koloni tersebut telah membentuk pemerintahan bayangan dan mulai mempersiapkan perlawanan bersenjata terhadap pasukan Inggris yang menduduki Boston.

Gubernur Inggris di Massachusetts, Thomas Gage, menerima perintah untuk menyita persenjataan milik koloni. Pada 18 April malam, ia memerintahkan sekitar 700 pasukan bergerak menuju Concord dan Lexington, dikutip dari laman History.com, Sabtu (18/4/2026).

Namun, rencana tersebut bocor. Tokoh Patriot Paul Revere dan William Dawes segera melakukan perjalanan malam untuk memperingatkan warga. Dari menara Old North Church, dua lentera dinyalakan sebagai tanda bahwa pasukan Inggris datang melalui jalur sungai.

Peringatan tersebut memungkinkan milisi lokal atau Minutemen bersiap. Di Lexington, Revere dan Dawes berhasil memberi tahu Samuel Adams dan John Hancock sebelum melanjutkan perjalanan. Dalam perjalanan, mereka bertemu Samuel Prescott, satu-satunya yang berhasil mencapai Concord setelah patroli Inggris mencegat rombongan tersebut.

Pada pagi 19 April 1775 sekitar pukul 05.00, pasukan Inggris di bawah Mayor John Pitcairn tiba di Lexington dan berhadapan dengan sekitar 77 milisi kolonial yang dipimpin Kapten John Parker.

Meski diperintahkan untuk bubar, situasi berubah tegang. Tiba-tiba terdengar tembakan yang kemudian dikenal sebagai “tembakan yang terdengar di seluruh dunia”—asalnya tidak diketahui. Baku tembak singkat pun terjadi, menewaskan sejumlah milisi kolonial dan melukai lainnya.

Insiden di Lexington tersebut menandai dimulainya konflik bersenjata antara koloni Amerika Serikat dan Inggris. Pertempuran kemudian berlanjut ke Concord dan berkembang menjadi perang besar yang berujung pada kemerdekaan Amerika Serikat Serikat.  

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya