Shenina Cinnamon Alami Hyperemesis Gravidarum Sampai Masuk RS di Awal Kehamilan, Apa Itu?

Mual dan muntah parah alias hyperemesis gravidarum dialami Shenina Cinnamon sampai membuatnya sempat dirawat di RS.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 16 April 2026, 19:00 WIB
Sempat alami hyperemesis gravidarum, Shenina Cinnamon pamer baby bump dengan nyaman (@sheninacinnamon)

Liputan6.com, Jakarta - Aktris Shenina Cinnamon kini tengah mengandung buah cintanya dengan Angga Yunanda. Baru-baru ini ia mengungkapkan kondisi yang dialami di awal kehamilan yakni mengalami hyperemesis gravidarum.

Untungnya, kini ia sudah melewati fase mual dan muntah berlebihan itu. Kondisinya sudah lebih baik karena tak perlu bolah balik masuk rumah sakit.

"Setelah beberapa bulan gallery aku isinya foto (emoji mual, muntah, sakit,menangis, pusing) dan keluar masuk RS samapi di opname beberapa kali karena hyperemesis gravidarum, sekarang mau memasuki tm 3 seneng banget udah mulai bisa jalan, makan makanan enak dan semoga bisa kembali beraktivitas normal," tulis Shenina di akun Instagram pribadinya.

Hyperemesis gravidarum seperti yang dialami aktris film Penyalin Cahaya ini menimpa sekitar 3,5 per 1.000 wanita hamil.

Hyperemesis gravidarum berbeda dengan morning sickness. Sekitar 80 persen ibu hamil alami morning sickness tapi gejalanya tidak separah hyperemesis gravidarum dan tidak sampai dehidrasi dan berat badan turun. Sementara itu, hyperemesis gravidarum dapat menyebabkan masalah seperti dehidrasi dan penurunan berat badan.

Hyperemesis gravidarum hari seringkali mereda menjelang akhir trimester pertama, tetapi ada juga ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum biasanya berlangsung lebih lama.

Mengutip Web MD, umumnya kondisi ini terjadi antara minggu ke-4 dan ke-6 kehamilan dan mungkin mencapai puncaknya sekitar minggu ke-9 hingga ke-13.

Pada ibu hamil yang mengalami kondisi ini, muntahnya sangat parah tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari mereka seperti biasa. Gejala biasanya membaik pada minggu ke-20, tetapi tidak selalu begitu.

 

Penyebab Hyperemesis Gravidarum

Intip potret ibu hamil yang pancarkan pregnancy glow di hari Lebaran (@angga)

Para pakar tidak mengetahui penyebabnya, tetapi mereka diyakini hal itu terkait dengan peningkatan kadar hormon. Dalam hal ini, saat hamil terjadi peningkatan HCG (human chorionic gonadotropin).

Lalu, estrogen, hormon lain yang meningkat selama kehamilan, juga dapat berperan dalam menyebabkan mual dan muntah.Wanita yang mengalami kondisi ini selama kehamilan pertama mereka memiliki peluang lebih tinggi untuk mengalaminya lagi selama kehamilan berikutnya.

Tidak ada cara yang diketahui untuk mencegahnya, meskipun mengonsumsi multivitamin sebelum hamil mungkin sedikit membantu.

 

Penanganan Hyperemesis Gravidarum

Ibu hamil yang mengalami hyperemesis gravidarum perlu mendapatkan penanganan tergantung pada tingkat keparahan gejala.

Pada kasus yang berat -- muntah berlebihan dan dehidrasi-- perlu dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan penanganan diantaranya:

  • Obat: Ada beberapa obat yang diberikan untuk dapat meredakan mual dan muntah. Obat paling umum untuk mual dan muntah adalah prometazin dan metoklopramid. Beberapa obat ini tersedia melalui infus, suntikan, atau supositoria rektal jika tidak dapat meminumnya.
  • Infus Cairan: Dokter akan memberikan cairan dan nutrisi lewat infus agar tubuh tak kekurangan cairan. 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya