Thierry Henry Ungkap Kesalahan Real Madrid Saat Tersingkir dari Bayern Munchen

Thierry Henry mengulas kesalahan Real Madrid saat kalah dari Bayern Munich di Liga Champions. Ia menyoroti lemahnya pertahanan setelah kartu merah.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 16 April 2026, 16:59 WIB
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Real Madrid yang harus angkat koper di babak perempat final, hanya kedua kalinya dalam 14 musim terakhir. Tampak dalam foto, gelandang Real Madrid asal Argentina, Franco Mastuantono (tengah), menyapa para penggemar setelah berakhirnya pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026 melawan FC Bayern Munchen di Allianz Arena, Jerman Selatan, pada Rabu 15 April 2026 waktu setempat atau Kamis (16/4/2026) dini hari WIB. (Karl-Josef HILDENBRAND/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Thierry Henry mengungkap kesalahan Real Madrid setelah tersingkir dari Bayern Munich di Liga Champions. Ia menilai momen krusial menjadi pembeda dalam duel sengit tersebut.

Real Madrid harus mengakhiri perjalanan mereka di kompetisi Eropa usai kalah dari Bayern, Kamis (16/4/2026) dini hari WIB. Kekalahan ini kembali menghadirkan kekecewaan besar bagi Los Blancos.

Laga perempat final berjalan penuh drama dengan banyak gol dan intensitas tinggi. Namun, Madrid gagal memaksimalkan peluang yang mereka miliki.

Kartu merah Eduardo Camavinga menjadi titik balik dalam pertandingan. Bayern langsung memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mengunci kemenangan.


Kesalahan Kecil Berujung Fatal

Gelandang Inggris Real Madrid #05, Jude Bellingham (2R), dan penyerang Prancis Real Madrid #10, Kylian Mbappe, bereaksi setelah melewatkan peluang mencetak gol selama pertandingan leg pertama perempat final Liga Champions UEFA antara Real Madrid dan Bayern Munchen di Stadion Santiago Bernabeu di Madrid pada 8 April 2026. (Thomas COEX/AFP)

Henry menilai Real Madrid sebenarnya sempat memiliki peluang untuk mengendalikan permainan. Namun, kesalahan kecil justru menjadi penyebab utama kekalahan mereka.

Ia menegaskan bahwa menghadapi tim seperti Bayern membutuhkan konsistensi penuh sepanjang pertandingan. Sedikit kelengahan bisa berakibat fatal.

"Melawan Bayern, Anda tidak boleh melakukan kesalahan apa pun. Mereka adalah tim yang sangat seimbang dan tidak selalu memberi Anda peluang, tetapi kali ini mereka memberi Real Madrid kesempatan," ujar Henry kepada CBS Sports.

"Tetapi dengan Real Madrid, jika Anda bermain dengan 10 orang melawan Bayern dan tidak siap bekerja lebih keras serta bertahan sebagai tim, maka tim seperti Bayern akan menghukum Anda," tegasnya.


Laga Penuh Drama dan Emosi

Hasil ini membuat skor agregat menjadi 6-4 untuk kemenangan Die Roten setelah menang 2-1 di laga leg pertama di Santiago Bernabeu, Madrid, pekan lalu. Tampak dalam foto, bek Bayern Munchen asal Jerman, Jonathan Tah (kiri), berebut bola dengan bek Real Ferland Mendy (Real Madrid) saat pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026 di Allianz Arena, Jerman Selatan, pada Rabu 15 April 2026 waktu setempat atau Kamis (16/4/2026) dini hari WIB. (Alexandra BEIER/AFP)

Pertandingan antara Real Madrid dan Bayern disebut sebagai salah satu laga paling dramatis. Banyak momen penting terjadi sepanjang pertandingan tersebut.

Micah Richards menilai duel ini menghadirkan hiburan luar biasa bagi penonton. Ia menyoroti intensitas dan banyaknya kejadian dalam laga tersebut.

"Itu benar benar kegilaan," kata Richards.

"Saya tidak percaya dengan apa yang kami lihat, gol demi gol, pemain kelas dunia, cedera, kartu merah, apa yang kami saksikan malam ini benar benar luar biasa," pungkasnya.

Sumber: Madrid Universal


Persaingan Sengit di Liga Champions

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya