Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah melemah pada perdagangan saham Rabu, (15/4/2026). Koreksi IHSG hari ini di tengah sektor saham kesehatan pimpin penurunan dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih di kisaran 17.000.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melemah 0,68% menjadi 7.623,58. Indeks saham LQ45 merosot 0,57% ke posisi 759,94. Sebagian besar indeks saham acuan melemah.
Advertisement
Pada Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.777,57 dan level terendah 7.623,58. Sebanyak 380 saham menguat dan 292 saham melemah. 149 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 3.164.275 kali dengan volume perdagangan saham 51,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 22,6 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.127.
Mayoritas sektor saham melemah. Sektor saham kesehatan turun 2,81%, dan catat penurunan terbesar. Sektor saham infrastruktur melemah 1,33% dan sektor saham consumer siklikal menanjak 1%. Sementara itu, sektor saham energi tergelincir 0,27%, sektor saham basic susut 0,44%, sektor saham keuangan terpangkas 0,64%.
Di sisi lain, sektor saham transportasi melonjak 3,45%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham industri menanjak 1,54%, sektor saham consumer nonsiklikal menguat 0,30%, sektor saham properti bertambah 0,21%, dan sektor saham teknologi melompat 0,57%.
Pengamat pasar modal Reydi Octa menuturkan, pelemahan IHSG hari ini didominasi faktor eksternal dan tekanan rupiah. Pertama, rupiah yang terus melemah jadi pemicu utama, ini membuat aset Indonesia kehilangan daya tarik sehingga asing cenderung outflow dan wait and see.
“Kedua, profit taking di saham big caps setelah rebound beberapa hari sebelumnya, terutama di saham-saham penggerak indeks, ikut menarik IHSG ke zona merah,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.
Reydi menilai, koreksi IHSG bukan perubahan fundamental, tapi kombinasi tekanan kurs dan capital outflow atau aliran dana investor asing yang keluar. “Selama rupiah masih lemah, IHSG cenderung fluktuatif dan rawan pullback jangka pendek,” ujar dia.
Gerak Saham
Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, saham IMPC naik 0,42% menjadi Rp 2.390 per saham. Harga saham IMPC dibuka naik menjadi Rp 2.450 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 2.380 per saham. Harga saham IMPC berada di level tertinggi Rp 2.570 dan level terendah Rp 2.390 per saham. Total frekuensi perdagangan 12.837 kali dengan volume perdagangan saham 558.061 saham. Nilai transaksi Rp 138 miliar.
Harga saham DILD melompat 0,78% menjadi Rp 129 per saham. Harga saham DILD dibuka naik satu poin menjadi Rp 129 per saham. Harga saham DILD berada di level tertinggi Rp 133 dan terendah Rp 127 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.110 kali dengan volume perdagangan saham 512.717 saham. Nilai transaksi Rp 6,7 miliar.
Harga saham CUAN terpangkas 1,32% menjadi Rp 1.495 per saham. Saham CUAN dibuka menguat 15 poin ke posisi Rp 1.530 per saham. Harga saham CUAN berada di level tertinggi Rp 1.555 dan terendah Rp 1.475 per saham. Total frekuensi perdagangan 37.703 kali dengan volume perdagangan saham 4.843.199 saham. Nilai transaksi Rp 729,1 miliar.
Harga saham INDS melonjak 9,09% menjadi Rp 456 per saham. Saham INDS dibuka bertambah 12 poin menjadi Rp 430 per saham. Harga saham INDS berada di level tertinggi Rp 484 dan terendah Rp 422 per saham. Total frekuensi perdagangan 8.932 kali dengan volume perdagangan saham 479.917 saham. Nilai transaksi Rp 21,9 miliar.
Top Gainers-Losers
Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:
- Saham SDMU naik 34,88%
- Saham BIPP naik 34,55%
- Saham DEFI naik 34,33%
- Saham PSDN naik 34,13%
- Saham ASHA naik 29,17%
Saham-saham yang masuk top losers antara lain:
- Saham KONI melemah 14,71%
- Saham MSIN melemah 14,67%
- Saham SRAJ melemah 13,82%
- Saham BAPA melemah 13,16%
- Saham ARKO melemah 12,36%
Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:
- Saham BUMI senilai Rp 1,2 triliun
- Saham BBRI senilai Rp 1,1 triliun
- Saham PTRO senilai Rp 1,1 triliun
- Saham BNBR senilai Rp 1,1 triliun
- Saham BRPT senilai Rp 770,9 miliar
Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:
- Saham BNBR tercatat 192.285 kali
- Saham ZATA tercatat 111.262 kali
- Saham BUMI tercatat 99.072 kali
- Saham BBRI tercatat 72.134 kali
- Saham PTRO tercatat 69.620 kali