Inter Milan Dekati Scudetto Usai Bungkam Como: Ini DNA Juara!

CEO Inter Milan, Beppe Marotta, bangga atas kemenangan dramatis timnya melawan Como sekaligus menyindir rival yang dianggap takut mematok target juara Serie A.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 14 April 2026, 12:56 WIB
Inter Milan menambah poin penuh pada laga sengit melawan Como dalam laga lanjutan Liga Italia 2025/2026, Minggu (12/04/2026). (AFP/Piero Cruciatti)

Liputan6.com, Jakarta - Inter Milan baru saja memperlihatkan mentalitas baja ketika berhasil menumbangkan Como dalam drama tujuh gol yang berlangsung sangat mendebarkan. Kemenangan ini semakin memperkokoh posisi mereka sebagai penguasa tunggal di puncak klasemen Serie A pada musim ini.

CEO Inter Milan, Beppe Marotta, mengungkapkan rasa bangganya terhadap karakter yang diperlihatkan oleh armada Nerazzurri. Ia menilai ada kekuatan mental yang luar biasa bagi tim untuk bangkit meskipun sempat tertinggal dua gol terlebih dahulu di awal laga.

Marotta juga tidak melewatkan momentum tersebut untuk melontarkan sindiran halus kepada para rival terdekat mereka. Ia menyoroti fenomena tim-tim besar di Italia yang belakangan ini dinilai sering kali merasa takut untuk mematok target tinggi secara terbuka kepada publik.

Keberhasilan membawa pulang tiga poin dari Stadio Sinigaglia menjadi sinyal kuat bagi seluruh pesaing di kompetisi domestik. Inter saat ini telah unggul sembilan poin dan mulai mencium aroma Scudetto dengan sangat nyata.


Sindiran untuk Rival yang Penakut

Pemain Inter Milan, Manuel Akanji terlihat adu mulut dengan pemain Como dalam lanjutan Serie A, Senin (13/4/2026) dini hari WIB. (AFP/Cruciatti Piero)

Marotta menanggapi pernyataan bernada candaan dari Cristian Chivu mengenai target tim yang seolah-olah hanya ingin mengamankan zona Liga Champions saja. Menurut pandangannya, candaan tersebut merupakan bentuk protes terhadap tren pelatih di Italia yang gemar bersikap rendah hati secara berlebihan.

Ia berpendapat bahwa tim seperti Napoli dan Milan seharusnya tidak perlu merasa malu untuk mengakui ambisi juara mereka secara terang-terangan. Ketakutan dalam memasang target tinggi justru dipandang sebagai indikasi kelemahan mentalitas dalam persaingan di kasta tertinggi sepak bola Italia.

"Adalah lelucon untuk menunjukkan bahwa di Italia belakangan ini ada ketakutan terhadap target yang berani," ujar Beppe Marotta.

Pernyataan ini merujuk pada kebiasaan para pelatih seperti Antonio Conte dan Max Allegri yang sering kali terlihat enggan untuk menyebut gelar juara sebagai tujuan utama dari klub yang mereka tangani.

 

DNA Juara Inter

Selebrasi penyerang Inter Milan, Marcus Thuram saat mencetak gol ke gawang Como dalam lanjutan Serie A, Senin (13/4/2026) dini hari WIB. (AFP/Cruciatti Piero)

Sebagai pemimpin dari sebuah klub besar, Marotta menegaskan bahwa Inter Milan dilarang memiliki mentalitas yang biasa-biasa saja. Baginya, ambisi untuk selalu meraih hasil maksimal merupakan identitas yang telah melekat sangat kuat dalam sejarah panjang perjalanan klub tersebut.

Inter dituntut untuk senantiasa berada di level tertinggi tanpa harus memandang remeh kekuatan lawan mana pun yang dihadapi. Marotta berkeinginan agar para pemainnya tetap rendah hati meskipun saat ini berada dalam posisi yang sangat menguntungkan di klasemen.

"Sebaliknya, Inter harus berani dan selalu mengincar hasil maksimal. Ini adalah bagian dari DNA sebuah klub pemenang, kami harus ambisius tanpa menjadi sombong," tegas Beppe Marotta.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya