Survei Poltracking: Prabowo ‘Top of Mind’ Capres, Dibayangi Dedi Mulyadi dan Anies Baswedan

Sebanyak 32,9 persen memilih Presiden Prabowo Subianto. Lalu Dedi Mulyadi di 13,5 persen, Anies Baswedan di 9,2 persen.

oleh Tim NewsDiterbitkan 13 April 2026, 20:31 WIB
Ketua Umum Gerindra yang Juga Presiden RI Prabowo Subianto di momen perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Partai Gerindra di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Sabtu (15/2/2025). (Foto: Istimewa).

Liputan6.com, Jakarta - Survei Poltracking Indonesia menunjukkan, elektabilitas Prabowo Subianto masih tinggi dalam simulasi top of mind calon presiden. Tingginya elektabilitas Prabowo seiring tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah yakni di atas 70 persen.

"Sebanyak 32,9 persen responden secara spontan memilih Prabowo sebagai calon presiden," kata Peneliti Utama Poltracking Indonesia Masduri Amrawi di Jakarta, Senin (13/4/2026). Dilansir Antara.

Simulasi "top of mind" adalah metode atau teknik untuk mengukur apa yang pertama kali muncul di pikiran seseorang ketika mendengar suatu kata, merek, isu, atau kategori tertentu. Pertanyaan yang dilontarkan terkait pilihan calon presiden, tidak menyebut nama tokoh.

“Sebanyak 32,9 persen pemilih kita itu, masih memilih Presiden Prabowo Subianto. Lalu ada Dedi Mulyadi di 13,5 persen, kemudian Anies Baswedan di 9,2 persen," katanya. 

Ssementara kandidat atau tokoh lain berada di bawah lima persen.

"Tapi, masih terdapat 28,8 persen responden yang belum menentukan pilihan (undecided voters)," katanya.

Dominasi elektabilitas Prabowo sejalan dengan tingginya persepsi publik terhadap kepemimpinan nasional saat ini. Keunggulan tersebut selaras dengan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah yang mencapai 74,1 persen, serta kepuasan terhadap kinerja Presiden sebesar 74,9 persen dan tingkat kepercayaan publik sebesar 75,1 persen.

Kepuasan Publik pada Prabowo

Survei juga menunjukkan persebaran kepuasan publik yang tinggi di berbagai wilayah. Jawa Barat mencatat kepuasan tertinggi sebesar 89,2 persen, disusul Kalimantan 87,2 persen dan Maluku-Papua 83,8 persen.

Wilayah lain seperti Jawa Timur mencatat 80,7 persen dan Sumatera 74,2 persen, sementara Jawa Tengah berada di angka 67,5 persen dan Bali-Nusa Tenggara 69,7 persen. Adapun Sulawesi menunjukkan tingkat kepuasan yang relatif berimbang.

"Perbedaan ini tentu berkaitan dengan akses, paparan informasi, serta dampak kebijakan di masing-masing wilayah," ujar Masduri.

Survei dilakukan pada 2–8 Maret 2026 terhadap 1.220 responden warga negara Indonesia berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah, menggunakan metode "stratified multistage random sampling" dengan "margin of error" 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka oleh enumerator terlatih dengan unit sampling dari tingkat desa/kelurahan hingga individu responden. Validasi dilakukan dengan membandingkan data sensus Badan Pusat Statistik 2020 serta pembobotan sampel.

Pengendalian kualitas mencakup "spot check" 20 persen sampel, verifikasi ulang via telepon, serta penggunaan sistem "real-time" berbasis aplikasi yang dilengkapi foto dan geolokasi untuk memastikan akurasi data.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya