Jangan Asal Pakai Ban Besar untuk Sepeda Motor, Ini Risikonya

Ban menjadi komponen penting di sepeda motor karena menjadi satu-satunya komponen yang bersinggungan langsung dengan jalanan

oleh Arief AszhariDiterbitkan 14 April 2026, 12:02 WIB
Touring Honda PCX 160 menuju acara Honda Bikers Day di Klaten, Jawa Tengah. (ist)

Liputan6.com, Jakarta - Ban menjadi komponen penting di sepeda motor. Pasalnya, karet bundar ini menjadi satu-satunya komponen sepeda motor yang bersinggungan langsung dengan jalanan, sehingga berhubungan langsung dengan kenyamanan dan keselamatan berkendara.

Melihat peran penting tersebut, kondisi dan ukuran ban seharusnya selalu diperhatikan. Hal ini bertujuan agar aspek keselamatan berkendara tetap terjaga dalam berbagai kondisi jalan.

Namun, seiring berkembangnya tren modifikasi, penggunaan ban berukuran lebih besar justru semakin diminati.

Banyak pengendara menilai ban besar mampu meningkatkan tampilan motor menjadi lebih gagah.

Di sisi lain, perubahan ini ternyata memiliki konsekuensi teknis yang tidak bisa diabaikan. Jika tidak dipahami dengan baik, penggunaan ban yang tidak sesuai standar berpotensi mengorbankan performa hingga keselamatan.

Fenomena ini turut menjadi perhatian Main Dealer sepeda motor Honda Jakarta - Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS).

Melalui edukasi yang rutin dilakukan, WMS mengajak pengguna motor agar lebih bijak saat melakukan modifikasi, khususnya pada komponen penting seperti ban.

"Kami selalu menyarankan pengguna sepeda motor menggunakan ukuran ban sesuai standar pabrikan. Hal ini karena setiap komponen kendaraan sudah dirancang dengan perhitungan teknis yang saling berkaitan untuk memastikan performa dan keselamatan," ujar Technical Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi di Jakarta.

Meski tidak sepenuhnya dilarang, penggunaan ban berukuran lebih besar perlu mempertimbangkan sejumlah dampak.

Pertama, tarikan motor menjadi lebih berat karena bidang kontak ban yang lebih luas meningkatkan gaya gesek, sehingga mesin membutuhkan tenaga ekstra saat berakselerasi.

Selain itu, konsumsi bahan bakar juga cenderung lebih boros akibat meningkatnya beban kerja mesin.

Perubahan ukuran ban turut memengaruhi handling, yang bisa terasa lebih berat dan kurang presisi, terutama saat bermanuver atau melibas tikungan tajam.

Dampak Lainnya

Dampak lain yang perlu diperhatikan adalah potensi bertambahnya jarak pengereman.

Ban yang tidak sesuai spesifikasi dapat memengaruhi kinerja sistem pengereman, sehingga respons tidak seoptimal kondisi standar.

Di samping itu, komponen kaki-kaki seperti suspensi berisiko lebih cepat aus karena harus menanggung beban tambahan.

Tak kalah penting, penggunaan ban besar tanpa penyesuaian yang tepat juga berpotensi menimbulkan gesekan dengan spakbor atau bagian bodi motor lainnya.

Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat membahayakan saat berkendara.

“Penggunaan ban yang tidak sesuai standar bisa berdampak pada banyak aspek, mulai dari performa hingga keselamatan. Risiko seperti handling yang berubah, pengereman yang tidak optimal, hingga potensi kerusakan komponen bisa terjadi jika tidak diperhitungkan dengan baik," tukas Wahyu Budhi.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya