Menanti Pengumuman MSCI, IHSG Masih Dibayangi Ketidakpastian Global

IHSG diprediksi masih tertekan ketidakpastian global dan konflik Asia Barat. Pelaku pasar kini menanti rebalancing indeks MSCI pada Mei 2026. Simak ulasannya.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 11 April 2026, 14:25 WIB
Suasana pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/2). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan mengalami tekanan akibat meningkatnya ketidakpastian global dan ketegangan geopolitik di Asia Barat. Pelaku pasar saat ini cenderung bersikap wait and see menanti pengumuman komposisi indeks MSCI pada Mei mendatang.

Namun peluang penguatan kembali (rebound) dinilai masih terbuka lebar di tengah siklus pasar yang fluktuatif.

Kepala Investment Banking PT Semesta Indovest Sekuritas, Kerry Rusli, menilai pergerakan IHSG masih berada dalam tekanan seiring meningkatnya ketidakpastian global.

Pelaku pasar kini cenderung bersikap hati-hati sambil menunggu kepastian terkait perubahan komposisi saham Indonesia dalam indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang dijadwalkan diumumkan pada Mei 2026.

Kerry mengungkapkan bahwa konflik geopolitik di kawasan Asia Barat turut memicu gejolak di pasar keuangan, termasuk fluktuasi nilai tukar rupiah dan dolar Amerika Serikat. Menurutnya, stabilitas mata uang berpotensi membaik jika tensi konflik mulai mereda.

“Sambil melihat juga kondisi politik global, ekonomi, semua, mudah-mudahan juga akan selesai perangnya, supaya minat di masyarakat terhadap ekonominya juga bisa bergerak lagi dengan baik," kata Kerry saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, ditulis Sabtu (11/4/2026).

Meski tekanan masih terasa, Kerry menilai pergerakan IHSG yang fluktuatif merupakan bagian dari siklus pasar yang berulang. Ia melihat peluang penguatan kembali (rebound) masih terbuka lebar dalam beberapa waktu ke depan.

 

IHSG Menghijau

Layar grafik pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih naik, namun tak lama kemudian, IHSG melemah 2,3 poin atau 0,05 persen ke level 5.130, 18. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan kenaikan pada perdagangan saham Jumat, (10/4/2026). Kenaikan IHSG hari ini ditopang seluruh sektor saham yang menghijau tetapi transaksi harian saham masih di bawah Rp 20 triliun.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melonjak 2,07% menjadi 7.458,49. Indeks saham LQ45 bertambah 1,71% ke posisi 746,47. Seluruh indeks saham acuan menghijau.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, penguatan IHSG Jumat pekan ini diperkirakan masih dari sisi gencatan senjata di Timur Tengah dan juga sejalan dengan pergerakan bursa global dan Asia. Namun nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih tertekan. “Meskipun kecenderungan nilai tukar rupiah melemah dan juga terdapat kenaikan harga minyak dunia,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

Jelang akhir pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.488,01 dan level terendah 7.346,49. Sebanyak 485 saham menguat sehingga angkat IHSG. 181 saham melemah dan 153 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.287.125 kali dengan volume perdagangan saham 42,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 18,1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.084.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya