IHSG Sepekan Naik 6,14%, Gencatan Senjata AS-Iran jadi Pemicu

Berbalik arah menguat pada pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 6,14% pada 6-10 April 2026. Berikut sentimennya.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 11 April 2026, 10:30 WIB
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat pada perdagangan 6-10 April 2026. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat pada perdagangan 6-10 April 2026. Analis menilai IHSG sepekan ini dipicu sentimen global terutama gencatan senjatara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (11/4/2026), IHSG sepekan meroket 6,14% dan ditutup ke level 7.458,49. Pada pekan lalu, IHSG melemah 0,99% ke level 7.026,78.

Kapitalisasi pasar BEI juga naik 7,18% menjadi Rp 13.189 triliun dari pekan lalu sebesar Rp 12.305 triliun.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksano menuturkan, selama sepekan ini, IHSG bergerak menguat 6,14% dan masih didominasi oleh volume pembelian yang cenderung meningkat. Penguatan IHSG juga mampu menembus moving average (MA)-200 hariannya.

“Dari sisi sentimen kami mencermati adanya gencatan senjata antara AS dan Iran, serta pembukaan kembali Selat Hormuz menurunkan kekhawatiran investor akan konflik di Timur Tengah, di mana hal tersebut juga menurunkan harga minyak dunia,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Ia mengatakan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga masih melemah. “Kami perkirakan hal ini disebabkan oleh risiko inflasi dan fiskal domestik yang masih membayangi, Bank Dunia juga menurunkan pertumbuhan ekonomi domestik ke 4,7% (vs 4,8% karena hal tersebut,” ujar dia.

Di sisi lain, peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata volume transaksi harian BEI yang naik 24,81% menjadi 32,28 milair saham dari 25,87 miliar saham pada pekan sebelumnya.

Peningkatan juga terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian, yang mengaut 17,26% menjadi Rp 17,32 triliun dari Rp 14,77 triliun pada pekan lalu. Rata-rata frekuensi transaksi harian juga meningkat 15,05% menjadi 2,05 juta kali transaksi dari 1,78 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Pada pekan ini, investor asing juga masih mencatat aksi jual saham.Selama sepekan, investor asing melepas saham Rp 3,31 triliun. Sepanjang 2026, investor asing mencatatkan nilai jual bersih Rp 37,14 triliun.

IHSG Sepekan Tergelincir 0,99% Tersengat Sentimen Global hingga Rupiah

Penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (4/7/2024) menunjukan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada 30 Maret-2 April 2026. Koreksi IHSG sepekan dipicu sentimen geopolitik global tetapi tertahan oleh aksi jual investor asing.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (4/4/2026), IHSG  sepekan turun 0,99% ke level 7.026,78 dari pekan lalu ke posisi 7.097,05.

Koreksi IHSG juga diikuti kapitalisasi pasar. Kapitalisasi pasar BEI terpangkas 1,69% menjadi Rp 12.305 triliun dari Rp 12.516 triliun.

Pengamat pasar modal Reydi Octa menuturkan, IHSG sepekan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan rebound teknikal didorong meredanya tensi geopolitik global dan penguatan bursa regional. “Namun, masih tertahan oleh aksi jual investor asing terutama di saham perbankan besar serta tekanan rupiah dan data makro yang belum solid,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

Selain itu, rata-rata volume transaksi harian BEI selama sepekan merosot 8,62% menjadi 25,87 miliar saham dari pekan lalu 28,31 miliar saham.  Rata-rata nilai transaksi harian terperosok 36,69% menjadi Rp 14,77 triliun dari Rp 23,33 triliun pada pekan lalu.

 

 

Sektor Saham

Petugas kebersihan bekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Transaksi bursa agak surut dengan nyaris 11 miliar saham diperdagangkan sebanyak lebih dari 939.000 kali. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Investor asing mencatat aksi jual saham Rp 2,94 triliun pada pekan ini. Angka ini lebih rendah dari pekan lalu Rp 22,37 triliun.

Di sisi lain, peningkatan terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi harian sebesar 3,08% menjadi 1,78 juta kali transaksi dari 1,73 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Pada pekan ini, mayoritas sektor saham tertekan. Hanya tiga sektor saham yang menguat antara lain sektor saham industri naik 3,35%, sektor saham consumer nonsiklikal bertambah 2,28% dan sektor saham consumer siklikal menanjak 6,58%.

Sementara itu, sektor saham energi turun 1,52%, sektor saham basic materials terpangkas 1,84%, dan sektor saham perawatan kesehatan turun tipis 0,12%. Selain itu, sektor saham keuangan tergelincir 2,23%, sektor saham properti dan real estate susut 0,30%, sektor saham teknologi turun 0,54%, sektor saham infrastruktur susut 1,85% dan sektor saham transportasi dan logistik melemah 3,57%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya