Menaker Usulkan Tambah 150 Ribu Kuota Magang Nasional 2026

Menaker usulkan tambahan 150 ribu kuota magang nasional untuk lulusan baru.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 10 April 2026, 20:20 WIB
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Kamis (9/4/2026). (Dok Kemnaker)

Liputan6.com, Jakarta - Tingginya minat masyarakat, khususnya lulusan baru, terhadap program magang mendorong pemerintah untuk memperluas kapasitas peserta.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengusulkan penambahan 150 ribu kuota peserta dalam Program Magang Nasional (MagangHub) tahun 2026.

Usulan tersebut saat ini masih dalam tahap pengajuan anggaran dan membutuhkan dukungan lintas kementerian.

“Program Magang Nasional saat ini masih dalam tahap pengusulan anggaran. Dengan dukungan dari Kementerian Keuangan dan Kemenko Bidang Perekonomian, kami berharap program ini bisa dilaksanakan sehingga harapan para calon peserta magang untuk memperoleh kesempatan ikut program ini dapat terwujud,” ujar Yassierli usai Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, dikutip Jumat (10/4/2026).

Menurutnya, penambahan kuota ini penting untuk membuka lebih banyak peluang bagi lulusan baru yang kerap menghadapi kendala kurangnya pengalaman kerja saat memasuki dunia industri.

Di sisi lain, program ini juga diharapkan mampu menjawab kebutuhan industri akan tenaga kerja yang lebih siap dan relevan dengan kebutuhan lapangan.

 

Fokus Pemerataan dan Tekan Pengangguran

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Kamis (9/4/2026). (Dok Kemnaker)

Yassierli menegaskan, pelaksanaan Program Magang Nasional 2026 tidak boleh terpusat di kota-kota besar saja. Pemerintah berkomitmen untuk mendistribusikan program ini secara lebih merata ke seluruh wilayah Indonesia.

“Dalam pelaksanaannya nanti, Kemnaker berkomitmen menjunjung prinsip pemerataan. Daerah dengan tingkat pengangguran yang tinggi diharapkan dapat memperoleh proporsi kuota magang yang lebih besar,” katanya.

Program ini juga dirancang sebagai salah satu strategi untuk menekan angka pengangguran terbuka, khususnya di daerah dengan tingkat pengangguran tinggi.

Selain itu, pemerintah memastikan bidang magang akan dibuat beragam dan tidak hanya terfokus pada satu sektor tertentu.

“Kami pastikan bidang magang akan dibuat beragam, tidak terfokus pada satu sektor saja. Namun, rencana ini masih dalam proses pembahasan lanjutan dan koordinasi lintas sektoral sebelum diputuskan secara final,” ujar Yassierli.

Melalui program ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan kesiapan tenaga kerja sekaligus memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya