RSHS Buka Suara Kasus Perawat Serahkan Bayi ke Orang Tak Dikenal

Pihak RSHS telah melakukan kunjungan kepada Nina dan menyebut permasalahan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan.

oleh Wisnoe MoertiDiterbitkan 10 April 2026, 18:51 WIB
RS Hasan Sadikin Bandung menyiapkan dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) khusus saat pelaksanaan Pemilu 2019.

Liputan6.com, Jakarta - Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung menyampaikan permohonan maaf kepada seorang ibu asal Cimahi, Nina Saleha. Permintaan maaf ini terkait kasus perawat yang menyerahkan bayi sang ibu kepada orang lain.

“Manajemen Rumah Sakit Hasan Sadikin menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya atas ketidaknyamanan yang dialami oleh Ibu Nina Saleha,” kata Direktur Utama RSHS, Rachim Dinata Marsidi di Bandung, Jumat

Pihak RSHS telah melakukan komunikasi langsung dengan Nina Saleha untuk mengetahui kronologi kejadian. Setelah itu, menindaklanjuti keluhan yang disampaikan.

Pihak rumah sakit juga telah melakukan kunjungan kepada Nina dan menyebut permasalahan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan. 

RSHS Bandung berjanji melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pegawai. Termasuk tenaga kesehatan, guna mencegah kejadian serupa terulang.

“RSHS berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik serta melakukan perbaikan berkelanjutan demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan,” tulis pernyataan.

Kasus ini bermula saat seorang ibu atas nama Nina Saleha membagikan pengalaman atas kelalaian seorang perawat di RSHS Bandung melalui media sosial Tiktok.

Diketahui, Nina baru melahirkan dan mengaku hampir saja kehilangan bayinya di ruang perawatan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung.

Pasalnya, saat akan membawa pulang, bayinya tengah digendong diduga oleh orang tidak dikenal yang diserahkan oleh salah satu perawat di ruang NICU Gedung Ibu dan Anak RSHS Bandung saat dirinya sedang pergi makan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya