Resmi Melantai di Bursa, Saham WBSA Terbang Tinggi Pimpin Top Gainers di Awal Perdagangan

PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) perdana pada Jumat, (10/4/2026).

oleh Tira SantiaDiterbitkan 10 April 2026, 09:43 WIB
PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) perusahaan logistik terintegrasi yang berfokus pada layanan angkutan multimoda, resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) perdana pada Jumat, (10/4/2026).

Liputan6.com, Jakarta - PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) perusahaan logistik terintegrasi yang berfokus pada layanan angkutan multimoda, resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) perdana pada Jumat, (10/4/2026).

Saham dengan kode WBSA menjadi sorotan utama setelah mencatatkan kenaikan tertinggi. Saham ini melesat hingga 34,52 persen ke level 226, menjadikannya pemimpin dalam daftar top gainers pada sesi pagi pukul 9.00 WIB.

Kenaikan tajam ini menunjukkan tingginya minat beli investor terhadap saham WBSA. Lonjakan harga yang signifikan dalam waktu singkat umumnya dipicu oleh sentimen positif, baik dari faktor internal perusahaan maupun spekulasi pasar.

“Melalui IPO ini, kami berharap dapat memperkuat posisi dan kapabilitasnya dalam mendukung pertumbuhan sektor transportasi serta perekonomian Indonesia,” kata  Direktur Utama PT BSA Logistics Indonesia Tbk Edwin Wibowo dalam peresmian IPO WBSA, di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Perseroan menawarkan sebanyak 1.800.000.000 Saham baru atau setara dengan 20,75% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga penawaran sebesar Rp 168 per saham, sehingga Perseroan berhasil menghimpun dana segar sebesar Rp 302,4 miliar.

Perseroan menjadi emiten pertama yang sukses mencatatkan diri di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2026, dan mendapat sambutan meriah dari Investor melalui Penawaran Umum yang mencapai oversubscribe sebesar 386,86 kali.

Adapun Edwin mengatakan dana hasil IPO tersebut akan digunakan untuk mendukung strategi ekspansi Perseroan, khususnya melalui akuisisi perusahaan di sektor angkutan laut sebagai langkah strategis dalam memperkuat layanan logistik end-to-end, serta untuk belanja modal guna meningkatkan kapasitas operasional dan efisiensi layanan.

 

Saham Lainnya

Karyawan berjalan di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Selain WBSA, beberapa saham lain juga mencatatkan penguatan besar, seperti TRUK yang naik 24,73 persen, ASPI sebesar 21,05 persen, SOFA 9,07 persen, dan PLAN 8,7 persen. Pergerakan ini menunjukkan adanya rotasi dana ke saham-saham dengan kapitalisasi lebih kecil.

Di sisi lain, daftar saham dengan frekuensi transaksi tertinggi juga diisi oleh sejumlah emiten aktif. Saham BUMI memimpin dengan frekuensi transaksi tertinggi, diikuti BNBR, BIPI, CUAN, dan BBRI. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya