Megawati dan Dubes Arab Saudi Saling Bersua, Bahas Anggrek Putih hingga Isu Timur Tengah

Pertemuan antara Megawati Soekarnoputri dan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah Al Amoudi menghadirkan pesan diplomatik yang menarik.

oleh Putu Merta Surya PutraDiterbitkan 10 April 2026, 02:00 WIB
Presiden Ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri hari ini berjumpa dengan Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi di kediamannya, Menteng, Jakarta, Kamis 9 April 2026. (Foto: Tim Media DPP PDIP).

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Ke-5 Republik Indonesia  Megawati Soekarnoputri hari ini berjumpa dengan Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi di kediamannya, Menteng, Jakarta, Kamis 9 April 2026.

Pertemuan antar keduanya hampir dua jam. Diawal pertemuan, Ketua Umum PDIP itu sempat membahas anggrek putih pemberian Dubes Arab Saudi yang ditempatkan di ruangannya.

"Anggrek berwarna putih yang asli, yang lain rekayasa genetika," kata Megawati.

Masih dalam rangka bulan Syawal 1447 Hijriah, Dubes Arab Saudi tak hanya mengucapkan selamat Idul Fitri, tapi juga memberikan selamat selamat atas gelar doktor kehormatan Megawati yang diberikan Princess Nourah University (PNU), di Riyadh, yang merupakan universitas perempuan terbesar di dunia, pada Februari lalu.

Mendengar hal itu, Megawati mengucapkan rasa terima kasihnya, terlebih penerimaan yang baik dan luar biasa selama menjalani umroh bersama keluarga yang dilakukan usai menerima gelar doktor dari PNU.

"Saya berterima kasih karena proses umroh yang saya jalani kemarin berjalan dengan baik," kata Megawati kepada Dubes Saudi.

 

Bahas Masalah Timur Tengah

Presiden Ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri hari ini berjumpa dengan Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi di kediamannya, Menteng, Jakarta, Kamis 9 April 2026. (Foto: Tim Media DPP PDIP).

Menurut Ketua DPP Ahmad Basarah, saat mendampingi ketua umumnya menunaikan ibadah umrah, Megawati sempat mengamati pembangunan di Masjidil Haram. 

Megawati juga mengetahui adanya rencana peningkatan kuota haji hingga 6 juta jemaah pada 2030 dan mengusulkan penanaman pohon di kota suci serta kawasan pelaksanaan ibadah haji, khususnya yang disebut sebagai “pohon Soekarno”.

"Dubes Saudi sangat gembira dengan usulan Ibu Megawati dan menjelaskan bahwa Arab Saudi memang memiliki program penanaman 10 miliar pohon. Karena itu beliau dengan tangan terbuka akan menyambut tawaran Ibu Megawati," kata Basarah.

Sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN, Megawati siap berkolaborasi dengan memberikan hasil penelitian jenis pohon yang cocok dengan kondisi alam Saudi Arabia dan menyumbang bibit-bibit pohon.

Sementara itu, terkait kondisi kawasan di Timur Tengah, Basarah menyebutkan Dubes Saudi meminta Megawati berkontribusi aktif terhadap situasi di Timur Tengah.

"Menurut Dubes Arab Saudi, Ibu Megawati Soekarnoputri adalah sosok penting dalam politik lokal dan global yang memiliki perhatian pada isu lingkungan dan geopolitik, karena itu suara Ibu Megawati sangat penting dan berdampak pada dunia Islam dan global untuk menjaga stabilitas kawasan dan perdamaian dunia," kata dia.

"Ibu Megawati merespon positif terkait permintaan dari Dubes Saudi, beliau juga mendukung terkait gencatan senjata yang sudah disepakati selama 2 pekan dan mengikuti ajaran geopolitik Bung Karno, Ibu Megawati siap menjadi jembatan bagi siapapun yang berkonflik untuk mencapai perdamaian sejati. Ibu Megawati menyinggung bahwa beliau juga merupakan special envoy (utusan khusus) yang menjadi jembatan antara Korea Selatan dan Korea Utara," tandas Basarah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya