Prabowo Targetkan 21 Proyek Hilirisasi Groundbreaking April 2026

Pemerintah siapkan 21 proyek hilirisasi dan 29 proyek Waste to Energy mulai April.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 09 April 2026, 12:36 WIB
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan mengenai kenaikan harga plastik di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4/2026). (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menargetkan peletakan batu pertama atau groundbreaking untuk 21 proyek hilirisasi pada April 2026. Proyek tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat sektor industri sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengatakan seluruh proyek tersebut diharapkan mulai berjalan dalam waktu dekat.

“Termasuk 21 proyek hilirisasi yang mohon doa restunya juga Insya Allah di bulan April ini juga akan semua bisa dilakukan groundbreaking,” ujar Prasetyo dikutip Kamis (9/4/2026).

Selain proyek hilirisasi, pemerintah juga menyiapkan percepatan pembangunan proyek Waste to Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Program ini awalnya dirancang di 33 titik, namun mengalami penyesuaian menjadi 29 lokasi di berbagai kabupaten dan kota.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat sektor energi sekaligus mengatasi permasalahan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah.

“Program Waste to Energy yang tadinya ada di 33 titik kabupaten/kota, tapi karena penyesuaian-penyesuaian di lapangan, kemungkinan akan menjadi 29 titik. Insya Allah di bulan April ini semua sudah dilakukan groundbreaking,” kata Prasetyo.

 

 

Memperkuat Daya Saing

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan mengenai kenaikan harga plastik di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4/2026). (Istimewa)

Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat program hilirisasi dan industrialisasi nasional di tengah dinamika global yang terus berkembang.

Menurut Prasetyo, saat ini pemerintah fokus pada eksekusi berbagai program pembangunan yang telah direncanakan dalam dokumen strategis nasional, seperti Rencana Kerja Pemerintah (RKP), Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJP), serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

“Ini saya kira kita fokus bekerja menjalankan program-program yang semua sudah dituangkan dalam RPJP, RPJMN maupun RKP, rencana kerja pemerintah tahunan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah akan terus memastikan program-program tersebut berjalan optimal demi mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di tengah tantangan global, langkah percepatan proyek hilirisasi dan energi ini diharapkan mampu memperkuat daya saing Indonesia serta menjaga stabilitas pembangunan nasional.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya