Momen Unik Piala Dunia: Lahirnya Cruyff Turn di 1974, Simbol Imajinasi Total Football

Jelang gelaran 2026, mari mengenang lahirnya Cruyff Turn di Piala Dunia 1974, sebuah gerakan revolusioner yang terus menginspirasi sepak bola modern.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 09 April 2026, 08:30 WIB
Kiper Argentina, Daniel Carnevali, berusaha menangkap bola dari kaki pemain Belanda, Johan Cruyff, dalam laga Piala Dunia, 26 Juni 1974. (AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Sejarah sepak bola dipenuhi dengan momen-momen tak terlupakan. Salah satu yang paling ikonik adalah lahirnya 'Cruyff Turn' pada Piala Dunia 1974, sebuah manuver brilian yang diperagakan oleh legenda Belanda, Johan Cruyff. Gerakan ini bukan hanya sekadar trik, melainkan simbol kejeniusan individu dan filosofi 'Total Football' yang diusung tim Oranje kala itu, meninggalkan warisan abadi yang relevan hingga persiapan Piala Dunia 2026.

Momen magis ini terjadi dalam pertandingan krusial Grup 3 antara Belanda dan Swedia di Westfalenstadion, Dortmund. Johan Cruyff, yang dikenal sebagai kapten tim Belanda, menampilkan keahliannya di hadapan bek kanan Swedia, Jan Olsson, pada menit ke-23 pertandingan. Gerakan ini seketika menarik perhatian dunia dan menjadi pembicaraan hangat di kalangan penggemar sepak bola.

Meskipun tidak secara langsung menghasilkan gol, Cruyff Turn mengukir namanya dalam sejarah sebagai salah satu gerakan paling revolusioner. Keindahan dan efektivitasnya terus dipelajari dan diadaptasi oleh para pemain hingga kini, menunjukkan bagaimana inovasi di masa lalu dapat terus menginspirasi generasi baru pesepak bola yang akan berlaga di ajang-ajang besar seperti Piala Dunia 2026 mendatang.


Latar Belakang dan Konteks Cruyff Turn

1.Johan Cruyff (Belanda), legenda sepak bola dunia ini meraih Ballon d'Or pada tahun 1971, 1973 dan 1974. Prestasi terbaiknya adalah Piala Dunia 1974, dengan membawa Belanda ke final sebelum akhirnya takluk dari Jerman Barat. (AFP/Staff)

Cruyff Turn adalah gerakan khas dari kapten Belanda, Johan Cruyff, yang secara instan menjadi simbol abadi dari filosofi 'Total Football' yang diusung timnya. Gerakan ini secara sempurna menggambarkan semangat Piala Dunia 1974, tim Belanda yang perkasa di era 70-an, serta salah satu pemain paling berbakat, memukau, dan magis yang pernah menghiasi lapangan hijau.

Momen bersejarah ini terjadi pada menit ke-23 dalam pertandingan Grup 3 antara Belanda dan Swedia. Laga tersebut digelar di Westfalenstadion, Dortmund, menjadi saksi bisu lahirnya salah satu inovasi terbesar dalam teknik sepak bola.

Dalam insiden tersebut, Johan Cruyff melakukan gerakan ikonik ini saat berhadapan dengan bek kanan Swedia, Jan Olsson. Umpan panjang diagonal yang menjadi awal mula gerakan ini diberikan oleh rekan setimnya, Arie Haan, yang jeli melihat posisi Cruyff.


Deskripsi Gerakan Cruyff Turn yang Revolusioner

Tackling Uli Hoeness terhadap Johan Cruyff yang membuahkan penalty bagi Belanda di menit pertama babak final Piala Dunia 1974 di Muenchen. Berti Vogts tampak di sebelah kiri, dan di sebelah kanan wasit Jack Taylor.

Gerakan Cruyff Turn dimulai ketika Cruyff menerima umpan panjang menggunakan kaki kirinya. Bola kemudian sedikit bergeser ke kanan, dan dengan cepat ia menyesuaikan posisinya, menggulirkan bola di bawah stud sepatunya sambil melakukan putaran 180 derajat.

Lanjut Baca:

Setelah putaran pertama, Cruyff berada dalam posisi menghadap kembali ke arah gawangnya sendiri, dengan Olsson yang masih ketat membayangi di belakangnya. Namun, dengan gerakan bahu kiri yang hampir tidak terlihat, Cruyff berhasil mengecoh Olsson. Ia kemudian menarik bola kembali dengan punggung kaki kanannya dan melakukan putaran 180 derajat lagi ke arah kanan. Manuver cepat dan tak terduga ini membuat Olsson sepenuhnya terkecoh, memungkinkan Cruyff untuk melaju bebas menuju garis tepi lapangan dan mendekati kotak penalti Swedia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya