Viral Pemuda Minum Oli di Makassar, Habib Ja’far Ingatkan Pakai Akal Sehat

Habib Husein bin Ja’far menilai aksi minum oli tidak perlu diperdebatkan secara agama karena jelas membahayakan dan harus dihindari.

oleh Luqman RimadiDiterbitkan 08 April 2026, 18:16 WIB
Pendakwah muda, Habib Husein Ja'far Al Hadar saat menghadiri sebuah acara. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Pendakwah muda, Habib Husein Ja'far Al Hadar, merespons viralnya aksi seorang pemuda yang meminum oli di Makassar dengan menekankan pentingnya menggunakan akal sehat dalam menyikapi hal berbahaya.

Menurut dia, tindakan mengonsumsi sesuatu yang berbahaya tidak perlu diperdebatkan atau menunggu penjelasan ulama, karena secara logika sudah seharusnya dihindari.

"Saya jadi ingat sama syairnya Remy Sylado. Katanya orang Indonesia itu orang yang sering membawa-bawa Tuhan untuk urusan yang sebenarnya selesai di tingkat RT, RW. Nah, sebenarnya urusan minum sesuatu yang berbahaya itu ya enggak perlu tanya ulama, tanya akal sehat aja sudah seharusnya sesuatu yang dihindari,” kata Husein saat berbincang dengan Liputan6.com, Rabu (8/4/2026).

Dia menegaskan, dalam ajaran Islam, segala sesuatu yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain sudah jelas dilarang.

“Jadi enggak perlu MUI mengharamkannya karena memang haram begitu. Tapi kalau secara agama, semua hal-hal yang membahayakan kata Nabi Muhammad, baik membahayakan diri sendiri maupun orang lain, itu haram. Termasuk mengonsumsi oli,” ujarnya.

Selain itu, ia menambahkan bahwa dalam Al-Qur’an juga ditegaskan agar manusia hanya mengonsumsi sesuatu yang baik (tayyib) dan menghindari hal yang tidak bermanfaat atau berbahaya.

“Dan memang bukan cuma haram, sesuatu itu yang tidak tayyib, yang tidak baik, itu memang seharusnya dihindari, kata Al-Qur'an,” lanjut dia.

 

Kemungkinan Ada Persoalan Mental

Potongan gambar video sejumlah pria menenggak oli demi kesehatan. (Liputan6.com/ Dok Ist)

Husein juga menyoroti kemungkinan adanya persoalan mental di balik tindakan ekstrem tersebut. Ia mengimbau agar masalah diselesaikan dengan cara yang tepat, bukan melalui pelarian yang membahayakan diri.

“Jadi, seharusnya ketika kita ada masalah itu mencari penyelesaiannya, bukan pelariannya,” ucap dia.

Ia mengutip ajaran Al-Qur’an yang menganjurkan untuk bertanya kepada ahlinya ketika menghadapi persoalan.

“Nah, salah satu penyelesaiannya, gua punya, kata Al-Qur'an tuh, ‘Fa as'alu ahla dzikri in kuntum la ta'lamun.’ Tanya ke ahlinya kalau kita  punya problem,” kata dia.

Menurutnya, jika masalah yang dihadapi berkaitan dengan kondisi mental, maka bantuan profesional seperti psikolog menjadi solusi yang tepat.

“Nah, itu problemnya adalah kemungkinan besar problem mental. Jadi lu harus nemuin psikolog agar bisa menyelesaikan masalah mental itu,” ujar Husein.

Ia juga menginformasikan adanya layanan konseling psikolog gratis yang dapat diakses masyarakat.

“Mungkin masalahnya psikolog mahal atau enggak gratis. Nah, gua punya jasa konseling psikolog profesional yang gratis. Namanya Rumah Cahaya. Jadi tinggal daftar aja di Instagram @inforumacahaya. Di bion-ya ada link untuk pendaftaran dan lu akan bertemu dengan psikolog profesional yang akan menyelesaikan masalah lu tanpa harus nyerempet yang haram, tanpa harus minum oli,” kata dia.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya