PSG vs Liverpool: Duel Kekuatan yang Kontras di Parc des Princes

Analisis PSG vs Liverpool jelang Liga Champions. PSG sedang panas, Liverpool inkonsisten. Siapa unggul di Parc des Princes?

oleh Asad ArifinDiterbitkan 08 April 2026, 16:01 WIB
Pemain PSG Achraf Hakimi merayakan gol bersama Ousmane Dembele saat final Liga Champions melawan Inter Milan di Allianz Arena, Minggu, 1 Juni 2025. (AP Photo/Matthias Schrader)

Liputan6.com, Jakarta - Paris Saint-Germain (PSG) akan menjamu Liverpool pada leg pertama perempat final Liga Champions 2025/2026. Laga digelar di Parc des Princes, Kamis (9/4) dini hari WIB.

Pertemuan ini mempertemukan dua tim dengan kondisi berbeda. PSG datang dengan performa stabil, sementara Liverpool masih inkonsisten.

Musim lalu, PSG mencatatkan kisah dramatis di Liga Champions. Mereka menyingkirkan Liverpool di Anfield lewat babak adu penalti dan akhirnya meraih gelar juara.

Kini, duel kembali tersaji di fase yang lebih jauh. Taruhannya semakin besar bagi kedua tim. PSG ingin mengulang kejayaan, sedangkan Liverpool berambisi membalas kegagalan.


PSG Stabil dan Tajam, Momentum Jadi Senjata Utama

Selebrasi Khvicha Kvaratskhelia dalam laga Chelsea vs PSG di 16 besar Liga Champions 2025/2026, Rabu (18/3/2026). (AP Photo/Kin Cheung)

Tim asuhan Luis Enrique kini tampil konsisten. Mereka meraih tujuh kemenangan dari sembilan pertandingan terakhir.

Lini serang menjadi kekuatan utama. Para pemain depan tampil produktif dan sulit dihentikan. PSG selalu mencetak tiga gol atau lebih pada empat laga terakhir di semua ajang.

Kepercayaan diri tim meningkat drastis. Pengalaman meraih treble musim lalu juga menjadi modal besar. PSG juga diuntungkan dengan tidak perlu memainkan laga domestik pada akhir pekan lalu.

Meski kehilangan Bradley Barcola dan Fabian Ruiz, kedalaman skuad tetap terjaga. PSG masih memiliki banyak opsi berkualitas. Dengan momentum yang ada, PSG jelas diunggulkan. Terutama saat bermain di kandang sendiri.


Liverpool Inkonsisten, Tekanan Menghantui Skuad

Xavi Simons dihibur Virgil van Dijk usai diganjar kartu merah dalam laga Liga Inggris antara Tottenham vs Liverpool, Minggu (21/12/2025). (AP Photo/Ian Walton)

Di sisi lain, Liverpool datang dengan situasi yang kurang ideal. Performa mereka menurun dalam satu tahun terakhir. The Reds kalah dari Brighton (1-2) dan Manchester City (0-4) pada laga terakhirnya.

Musim ini, tekanan terhadap Arne Slot semakin besar. Hasil yang tidak stabil memicu kritik dari suporter.

Kapten Virgil van Dijk juga berada dalam sorotan. Pernyataannya terkait performa tim menambah tekanan internal.

Dalam tujuh pertandingan terakhir, Liverpool hanya meraih dua kemenangan. Catatan tandang mereka juga tidak meyakinkan.

Mereka hanya menang empat kali di laga tandang sepanjang tahun ini. Ini menjadi catatan negatif jelang lawatan ke Paris.

Absennya Alisson Becker dan Conor Bradley menambah masalah. Stabilitas lini belakang berpotensi terganggu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya