Prabowo: Biaya Haji Tahun 2026 Turun Rp 2 Juta, Walaupun Harga Avtur Naik

Penurunan biaya haji merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk melindungi daya beli masyarakat, khususnya kalangan bawah yang ingin menunaikan ibadah haji.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 08 April 2026, 15:42 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat memberikan pengarahan dalam rapat kerja pemerintahan di Istana Merdeka, Jakarta. (Lizsa Egeham/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memastikan biaya penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 akan diturunkan sekitar Rp2 juta di tengah tren kenaikan harga avtur atau bahan bakar pesawat.

“Kita pastikan bahwa biaya haji tahun 2026, kita turunkan harganya sekitar Rp2 juta. Walaupun harga avtur naik tapi kita berani menurunkan biaya haji untuk tahun ini,” kata Prabowo saat memberikan pengarahan dalam rapat kerja pemerintahan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Prabowo menegaskan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk melindungi daya beli masyarakat, khususnya kalangan bawah yang ingin menunaikan ibadah haji.

“Demikian komitmen pemerintah ini untuk melindungi rakyat paling bawah,” ujarnya. 

Hitung-hitungan Ongkos Haji Telah Sampaika ke Presiden

Suasana ibadah tawaf jemaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia di Masjidil Haram, Makkah. (FOTO: MCH PPIH ARAB SAUDI 2023)

Menteri Haji dan Umrah RI M Irfan Yusuf mengatakan, pihaknya sudah mengkaji menghitung biaya-biaya terdampak kenaikan avtur.

"Tim dari yang di bawah koordinasi Menko Perekonomian sudah melakukan berbagai perhitungan-perhitungan dan insyaallah nanti sore akan diumumkan langsung oleh Presiden," ujar Irfan dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, Rabu (8/4/2026).

Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak mengaku pihaknya sebenarnya telah mengantongi angka terkait ongkos penerbangan haji 2026, namun untuk pengumuman resmi menunggu pengumuman resmi dari Presiden.

"Terkait nilainya itu sudah ada, tapi nanti akan langsung mungkin disampaikan oleh Presiden. Kami sudah dapat nilainya, kami sudah hitungkan, akan kami sampaikan kepada Presiden," kata Dahnil.

 

Ada Potensi Kenaikan

Sebelumnya, Irfan Yusuf mengungkapkan, ada potensi kenaikan biaya haji tahun ini akibat naiknya harga avtur dan kondisi geopolitik timur tengah.

"Kenaikan harga avtur global, serta pelemahannya nilai tukar rupiah, biaya tersebut meningkat signifikan. Kondisi politik juga memungkinkan lakukan rerouting penerbangan untuk menghindari wilayah udara konflik," kata Irfan dalam rapat Komisi VIII DPR, Rabu (8/4/2026).

Ia menyebut, adanya perubahan rute penerbangan membuat memperbesar beban biaya yang harus ditanggung jamaah.

"Garuda mengusulkan tambahan 7,9 juta per jemaah. Sedangkan Saudi Airline mengusulkan tambahan sebesar 480 US dollar per jemaah," jelas Irfan.

Infografis Perbedaan Rukun dan Wajib Haji dengan Rukun Umrah. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya