Hoaks Krisis Energi Menyebar Luas, Pemerintah Malaysia Beri Tindakan Tegas

Hoaks terkait krisis energi banyak menyebar di Malaysia.

oleh Adyaksa VidiDiterbitkan 08 April 2026, 21:00 WIB
Hoaks terkait krisis energi banyak menyebar di Malaysia. (AFP PHOTO)

Liputan6.com, Jakarta - Hoaks terkait krisis energi global ternyata juga menyebar di Malaysia. Pemerintah Malaysia pun bertindak tegas pada para pembuat hoaks tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Komunikasi Malaysia Datuk Fahmi Fadzil. Ia menyebut beberapa hoaks yang menyebar seperti kenaikan harga bensin, kenaikan tarif listrik hingga informasi palsu terkait Pemerintah Malaysia yang membayar agar kapal mereka bisa melewati Selat Hormuz.

Komisi Multimedia dan Komunikasi Malaysia selama empat hari sejak 29 Maret telah menurunkan 159 konten hoaks terkait krisis energi. Mereka juga telah memanggil 22 orang dari berbagai lokasi untuk dimintai keterangan.

Enam dari berkas penyelidikan ini telah dirujuk ke wakil jaksa penuntut umum untuk ditinjau dan tindakan hukum lebih lanjut. Hukuman bagi para pembuat hoaks di Malaysia sendiri cukup berat yakni denda hingga 500 ribu Ringgit atau hukuman penjara dua tahun jika terbukti bersalah.

"Selama krisis energi global ini, kita menghadapi konten palsu yang dibuat oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Beberapa menggunakan AI dan metode lain, termasuk mengubah atau mengedit judul berita dari berita arus utama," ujar Fahmi dilansir Bernama.

"Masyarakat diimbau untuk mendapatkan informasi yang terverifikasi, merujuk pada sumber yang dapat diandalkan, dan menghindari penyebaran konten yang tidak terverifikasi," katanya menambahkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya