Rajawali Kapital Emas Beli 1,53 Miliar Saham ARCI, Ini Tujuannya

PT Rajawali Kapital Emas kini memiliki 17,85% saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 07 April 2026, 18:46 WIB
Salah satu pemegang saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) yakni PT Rajawali Kapital Emas membeli saham ARCI pada Senin, 6 April 2026. (Dok: PT Archi Indonesia Tbk)

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu pemegang saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) yakni PT Rajawali Kapital Emas membeli saham ARCI pada Senin, 6 April 2026. Transaksi pembelian saham ARCI ini untuk restrukturisasi internal.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (7/4/2026), Rajawali Kapital Emas membeli 1.536.826.000 saham ARCI dengan harga Rp 1.275 per saham. Nilai pembelian saham ARCI itu sekitar Rp 1,95 triliun. Adapun Rajawali Kapital Emas membeli saham ARCI itu dari pengendali saham ARCI yakni Rajawali Corpora.

Pada 6 April 2026, Rajawali Corpora menjual 1.536.825.000 saham ARCI dengan harga Rp 1.275 per saham.

“Tujuan transaksi restrukturisasi internal (pengalihan antar afiliasi dalam satu grup dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi penjualan saham ARCI, Rajawali Corpora mengenggam 65,80% saham ARCI atau setara 16,60 milliar saham. Sebelumnya Rajawali Corpora memiliki 71,89% saham ARCI atau setara 18,14 miliar saham.

Sedangkan Rajawali Kapital Emas memiliki 17,85% saham ARCI atau setara 4,50 milair saham ARCI. Sebelumnya, Rajawali Kapital Emas mengenggam 11,76% saham ARCI atau setara 2,96 miliar saham ARCI.

Pada penutupan perdagangan saham Selasa, 7 April 2026, harga saham ARCI naik 0,70% ke posisi Rp 1.440 per saham. Saham ARCI dibuka stagnan di Rp 1.430 per saham. Harga saham ARCI berada di level tertinggi Rp 1.445 dan level terendah Rp 1.385 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 7.821 kali dengan volume perdagangan saham 353.810 saham. Nilai transaksi Rp 50,3 miliar.

Kinerja 2025

Aktivitas armada penambangan di Tambang Emas Toka Tindung, Sulawesi Utara. (Foto: Archi Indonesia)

Sebelumnya, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mencatat kinerja keuangan positif pada 2025. Perseroan membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba hingga akhir Desember 2025.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Senin (30/3/2026), PT Archi Indonesia Tbk meraup pendapatan naik 72,53% menjadi USD 496,22 juta pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya USD 287,61 juta.

Beban pokok pelanggan naik 26,01% dari USD 227,09 juta pada 2024 menjadi USD 286,18 juta pada 2025. Dengan demikian, laba bruto perseroan bertambah 247,04% menjadi USD 210,04 juta pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya USD 60,52 juta.

Perseroan mencatat beban penjualan turun menjadi USD 476.634 pada 2025 dari 2024 sebesar USD 597.305. Beban umum dan administrasi naik menjadi USD 11,81 juta pada 2025 dari 2024 sebesar USD 9,04 juta. Pendapatan operasi lain turun menjadi USD 8,08 juta pada 2024 dari periode sama tahun sebelumnya USD 10,61 juta. Beban operasi lain terpangkas menjadi USD 1,88 juta dari USD 4,89 juta.

 

Aset Perseroan

Tambang emas Toka Tindung milik PT Archi Indonesia Tbk (Dok: PT Archi Indonesia Tbk)

Seiring hal itu, laba usaha perseroan naik 260,34% menjadi USD 203,94 juta pada 2025 dari 2024 sebesar USD 56,59 juta. Perseroan mencatat laba sebelum beban panjak penghasilan naik 4.707% menjadi USD 165,94 juta pada 2025 dari 2024 sebesar USD 20,54 juta. Beban pajak penghasilan naik menjadi USD 63,42 juta dari 2024 sebesar USD 10,12 juta. Seiring hal itu, laba tahun berjalan perseroan naik menjadi USD 102,52 juta pada 2025 dari 2024 sebesar USD 10,41 juta.

Perseroan mencatat laba tahun tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk bertambah 873,65% pada 2025 dari 2024 sebesar USD 10,45 juta. Laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk USD 0,0041 pada 2025 dari 2024 sebesar USD 0,0004.

Perseroan mencatat ekuitas naik 32,96% dari USD 272,95 juta pada 2024 menjadi USD 362,92 juta pada 2025. Total liabilitas perseroan naik 12,05% menjadi USD 663,83 juta pada 2025 dari 2024 sebesar USD 592,44 juta. Aset perseroan naik 18,64% menjadi USD 1,02 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar USD 865,39 juta. Perseroan kantongi kas dan setara kas USD 24,88 juta pada 2025 dari USD 2024 sebesar USD 4,53 juta.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya