Piyu Kenang Perjalanan Terbentuknya Band Padi, dari Demo Rekaman hingga Tur Pertama

Gitaris Padi, Piyu ceritakan kembali fase awal membangun karier musik dari titik nol di Surabaya. Album debut Padi dirilis Sony Music Indonesia pada 1999.

oleh M Altaf JauharDiterbitkan 08 April 2026, 09:00 WIB
Gitaris Padi, Piyu ceritakan kembali fase awal membangun karier musik dari titik nol di Surabaya. Album debut Padi dirilis Sony Music Indonesia pada 1999.

Liputan6.com, Jakarta - Padi atau yang kini dikenal sebagai Padi Reborn, salah satu legenda musik Tanah Air yang memiliki basis penggemar besar di Indonesia. Piyu, sang gitaris, menceritakan kembali awal mula dirinya membangun karier musik dari titik nol di Surabaya. Pertemuan tak sengaja dalam kepanitiaan acara musik jadi gerbang bagi terbentuknya Padi. Piyu Padi menjelaskan perkenalannya dengan para personel Padi bermula dari lingkar pertemanan saat mengurus konser.

"Salah satu anggota panitianya adalah Ari Padi, gitaris Padi. Dari situ akhirnya kenal," ungkap Piyu di Kemenkum, Jakarta Selatan, Senin (6/4/2026).

Chemistry kuat langsung terasa saat mereka berkumpul dan memainkan instrumen masing-masing. Piyu kemudian memperkenalkan rekan-rekan lainnya yang kini kita kenal sebagai formasi legendaris.

"Nah, nyambung, terus habis itu dikenalin sama pemain bas-nya yaitu Rindra. Sudah nyambung kita bertiga kita jalan. Habis itu, saya kebetulan di Jakarta sudah bikin lagu banyak tuh, sudah ada 50-an lagu. Akhirnya kita mulai bikin demo rekaman," Piyu mengenang.

Perjalanan terus berlanjut hingga mereka menemukan vokalis dan drumer yang melengkapi identitas band. Piyu menjelaskan proses panjang hingga akhirnya seluruh kepingan puzzle personel Padi bersatu secara utuh.

"Setelah itu baru ketemu sama Fadly. Setelah ketemu sama Fadly, dikenalin sama Yoyo, akhirnya kita jadi Padi," katanya. Meski kala itu mereka band baru, rasa percaya diri tinggi sudah tertanam di jiwa para personel. Piyu tak pernah minder karena yakin dengan kualitas musikalitas rekan-rekannya.

"Pertama kali itu kita enggak ada rasa minder, malah kita yakin banget. Karena saya melihat bahwa potensi kita itu bagus banget. Drumer-nya oke, jago. Terus habis itu musiknya kita sudah, kita sudah bikin. Vokalisnya suaranya bagus, oke. Pemain bas-nya juga oke. Jadi, kurang apa lagi, tinggal kita belum rekaman saja. Jadi waktu itu saya sudah yakin banget," Piyu membeberkan.

Keyakinan tersebut sering ia sampaikan kepada para personel yang lain, demi menjaga api semangat dalam berkarya. Piyu sering memotivasi Rindra, bahwa kesuksesan mereka hanya masalah waktu.

Lanjut Baca:

"Ndra, kita ini tinggal menunggu waktu saja sih. Kita enggak tahu kapan, tapi kita pasti nanti akan rekaman. Saya, karena yakin band ini bakal keren gitu," imbuhnya. Salah satu rahasia produktivitas Padi di awal karier adalah tabungan materi lagu yang melimpah. Piyu sudah menyiapkan puluhan lagu sebagai modal dasar sebelum mereka masuk dapur rekaman. "Jadi 50 lagu itu kita jadikan sebagai batu loncatan, sebagai dasar fondasi atau sebagai modal kita untuk kita bikin karya. Jadi dari 50 lagu yang kita bikin, paling cuma jadi tiga, empat, lima, enggak semuanya jadi 50. Habis itu kita bikin lagi. Ternyata ada inspirasi baru lagi, bikin lagi baru. Dengan 50 lagu, setidaknya enggak perlu dari awal-awal banget kan, bikin," papar Piyu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya