Liputan6.com, Jakarta - Beternak ayam di rumah kini semakin diminati karena bisa jadi sumber tambahan penghasilan sekaligus memenuhi kebutuhan dapur. Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah kandang atau umbaran ayam yang aman dan nyaman. Kabar baiknya, kamu tidak perlu mengeluarkan biaya besar, karena cara membuat umbaran ayam dari kawat bekas bisa jadi solusi praktis dan hemat, bahkan untuk pemula sekalipun.
Dengan memanfaatkan kawat bekas yang masih layak pakai, kamu bisa membuat umbaran ayam yang kuat, tahan lama, dan tetap fungsional. Cara membuat umbaran ayam dari kawat bekas ini juga cukup sederhana, tidak butuh keahlian khusus, dan bisa disesuaikan dengan luas lahan di rumah. Selain ramah di kantong, metode ini juga membantu mengurangi limbah sekaligus mendukung gaya hidup lebih efisien.
Advertisement
Cara Membuat Umbaran Ayam
Membuat umbaran ayam dari kawat bekas adalah solusi ekonomis untuk memberikan ruang gerak bagi ternak tanpa harus membeli kandang pabrikan yang mahal. Dengan memanfaatkan material sisa, kesehatan ayam akan lebih terjaga karena mereka bisa mendapatkan sinar matahari dan beraktivitas secara alami.
Alat dan Bahan:
- Kawat ram atau kawat ayam bekas
- Kayu reng, bambu, atau pipa pvc
- Kawat bendrat atau Kabel ties
- Paku payung atau staples tembak
- Tang pemotong kawat
- Palu
- Gergaji
- Meteran
- Sisa asbes, seng, atau terpal
Langkah-Langkah Membuat
1. Periksa kawat bekas yang tersedia, lalu potong bagian yang sudah sangat berkarat atau tajam karena dapat melukai ayam. Jika kawat tertekuk, luruskan kembali menggunakan tang agar lebih mudah dipasang pada rangka.
2. Tentukan ukuran umbaran, misalnya panjang 2 meter, lebar 1 meter, tinggi 1 meter. Potong kayu atau bambu sesuai ukuran tersebut, lalu rakit menjadi bentuk kotak atau balok. Pastikan ada tiang penyangga di setiap sudut dan di bagian tengah agar struktur tidak miring saat terkena angin.
3. Bentangkan kawat bekas menutupi seluruh sisi kerangka (kanan, kiri, depan, belakang, dan atas). Tarik kawat hingga kencang agar tidak melandai. Gunakan paku payung atau staples tembak untuk menempelkan kawat pada kayu. Jika menggunakan rangka pipa atau bambu, ikat kawat dengan kuat menggunakan kawat bendrat atau kabel ties di setiap jarak 10-15 cm.
4. Sisakan satu area pada sisi depan atau samping untuk dijadikan pintu. Buat bingkai kecil dari sisa kayu, lalu tempelkan kawat di atasnya. Pasang engsel sederhana atau cukup gunakan kawat pengait agar pintu bisa dibuka dan ditutup dengan rapat agar ayam tidak kabur atau dimangsa predator.
5. Ayam membutuhkan tempat berlindung dari hujan dan panas terik. Tutup sekitar sepertiga bagian atas umbaran menggunakan sisa seng, asbes, atau terpal. Area ini juga bisa berfungsi sebagai tempat meletakkan wadah pakan agar tidak basah terkena air hujan.
6. Raba seluruh permukaan kawat untuk memastikan tidak ada ujung tajam yang menonjol ke arah dalam kandang. Pastikan bagian bawah umbaran menyentuh tanah dengan rapat. Jika perlu, tanam sedikit bagian bawah kawat ke dalam tanah agar hewan pemangsa tidak bisa menggali lubang di bawah kandang.
Pertanyaan Umum tentang Topik
1. Apakah kawat bekas yang sedikit berkarat masih aman digunakan?
Masih aman asalkan kawat tidak rapuh atau berlubang besar. Pastikan untuk mengamplas bagian yang tajam dan mengecat ulang atau melapisinya agar karat tidak melukai kulit ayam yang bisa menyebabkan infeksi.
2. Berapa ukuran ideal untuk satu kandang umbaran ayam?
Ukuran standar yang nyaman adalah panjang 2 meter, lebar 1 meter, dan tinggi 1 meter. Ukuran ini cukup untuk 2-4 ekor ayam agar mereka bisa leluasa bergerak dan mendapatkan sinar matahari.
3. Bagaimana cara mencegah predator masuk dari bawah kawat?
Cara terbaik adalah dengan menanam bagian bawah kawat sedalam 10-15 cm ke dalam tanah atau memberikan pemberat berupa batu bata/batako di sekeliling dasar umbaran agar tidak bisa digali oleh musang atau anjing.
4. Jenis kawat bekas apa yang paling kuat untuk umbaran?
Kawat loket (kawat ram hijau atau galvanis) adalah yang terbaik karena strukturnya kaku dan lubangnya presisi. Kawat ayam (hexagonal) lebih ekonomis namun lebih lentur, sehingga membutuhkan lebih banyak tiang penyangga.
5. Apakah umbaran perlu diberi alas lantai?
Sangat disarankan untuk membiarkan alasnya berupa tanah atau rumput alami. Hal ini bertujuan agar ayam bisa melakukan mandi tanah dan mencari mineral atau serangga kecil secara alami.