Isyana Sarasvati Jadi Juri The Icon Indonesia, Tekankan Eksplorasi dan Jati Diri dalam Bermusik

Isyana Sarasvati menitipkan sejumlah pesan kepada para peserta The Icon Indonesia.

oleh M Altaf JauharDiterbitkan 06 April 2026, 20:39 WIB
Nama-nama besar seperti Ahmad Dhani, Titi DJ, hingga Afgan dipastikan akan memberikan standar penilaian tinggi bagi para kontestan The Icon Indonesia. Tampak dalam foto, salah satu juri The Icon Indonesia, Isyana Sarasvati (berdiri), saat peluncuran ajang pencarian bakat The Icon Indonesia di SCTV Tower, Jakarta, Senin (6/4/2026). (Kapanlagi/Budy Santoso)

Liputan6.com, Jakarta - Ajang pencarian bakat The Icon Indonesia yang dihelat SCTV mendapuk Isyana Sarasvati sebagai salah satu juri. Kehadiran Isyana diharapkan mampu memberikan perspektif baru dalam menyaring talenta-talenta muda Tanah Air.

Isyana Sarasvati pun berbagi pandangan tentang kriteria penting yang ia cari dari para peserta. Ia menekankan bahwa menjadi seorang musisi bukan sekadar tentang tampil di depan layar, melainkan bagaimana seseorang memahami esensi dari musik itu sendiri.

Dalam kesempatan tersebut, Isyana merespons apakah penyanyi wajib memiliki kemampuan memainkan alat musik untuk bisa disebut sebagai musisi sejati. Menurut Isyana, kemampuan memainkan instrumen memang membantu proses kreatif seorang penyanyi di balik layar.

"Menurut aku itu nilai tambah sih. Jadi bisa memahami musik secara lebih utuh, memudahkan kita saat berlatih," kata Isyana Sarasvati di SCTV Tower, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Meski demikian, Isyana menegaskan bahwa kemahiran teknis dalam memainkan alat musik bukanlah sebuah kewajiban mutlak yang harus dimiliki setiap peserta. Baginya, ada hal-hal lain yang jauh lebih substansial untuk dinilai ketika seseorang berdiri di atas panggung kompetisi.

"Tapi lagi-lagi itu bukan syarat utama, dan bukan jaminan," ujarnya.

 


Kejujuran dan Terbuka untuk Hal Baru

Deputy Director Programming SCTV, Banardi Rachmat (kedelapan kiri duduk) saat memberi keterangan terkait peluncuran ajang pencarian bakat The Icon Indonesia di SCTV Tower, Jakarta, Senin (6/4/2026). SCTV secara resmi meluncurkan ajang pencarian bakat terbaru bertajuk The Icon Indonesia. (Kapanlagi/Budy Santoso)

Lebih lanjut, Isyana melihat banyak contoh di industri musik, di mana kejujuran dalam berkarya jauh lebih beresonansi di hati pendengar dibandingkan kemahiran teknis semata. Isyana sangat menghargai penyanyi yang mampu menyampaikan pesan dari sebuah lagu dengan cara yang tulus dan tidak dibuat-buat.

"Karena banyak penyanyi berbakat yang tidak bisa main alat musik, tapi dia bisa menyampaikan pesan dan genuine," jelasnya.

Isyana juga menyoroti pentingnya evolusi dan keberanian bagi para musisi muda untuk terus melakukan eksplorasi dalam karya-karya mereka. Menurutnya, dunia musik selalu bergerak dinamis sehingga seorang calon bintang tidak boleh cepat merasa puas dengan satu zona nyaman saja.

"Itu sama dengan mencari jati diri kita, selalu terbuka untuk belajar hal baru," paparnya.


Tak Ada yang Instan

Isyana merasa setiap karya yang lahir dari tangannya merupakan cerminan dari kemauan untuk terus belajar dan bertransformasi tanpa henti. Menurutnya, identitas seorang musisi akan semakin kuat jika mereka mau menyelami berbagai kemungkinan musik yang ada di luar sana.

"Itu buat aku pribadi sangat mencerminkan karya-karya aku yang lahir, dan tidak ada yang instan," tegasnya.


Pesan Isyana untuk Para Peserta The Icon Indonesia

Isyana juga menitipkan pesan kepada para peserta The Icon Indonesia agar tidak pernah merasa kecil hati jika mengalami kegagalan di tengah jalan. Ia mendorong para talenta muda untuk mengubah rasa takut menjadi energi positif yang bisa memacu kreativitas mereka lebih jauh lagi.

"Jangan takut sama gagal, jangan takut salah. Dengan salah kita jadi tahu yang lebih baik," pungkas Isyana Sarasvati.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya