Jam Istirahat, Siswa SD di Wonosari Terjatuh dari Jembatan Setinggi 3 Meter

Seorang siswa SD di Wonosari terjatuh dari jembatan setinggi 3 meter akibat pagar pengaman patah saat jam istirahat. Korban mengalami patah tulang paha kiri dan berhasil dievakuasi BPBD dalam 10 menit sebelum dilarikan ke RSUD Wonosari.

oleh HendroDiterbitkan 06 April 2026, 16:22 WIB
Siswa SD Terjatuh dari Jembatan Setinggi 3 Meter. (istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Seorang siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Gunungkidul terjatuh dari jembatan di belakang SD Baru, Tegalmulyo, Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari, Senin (6/4). Korban berinisial KA (12), warga Perum Grand Handayani, Besari RT 01/04, Kalurahan Siraman, Wonosari. 

Peristiwa tersebut terjadi saat jam istirahat sekolah. Korban yang merupakan siswa kelas 6 tengah duduk bersama temannya di pinggir jembatan sungai yang berada di belakang sekolah. Namun nahas, pagar pengaman jembatan tiba-tiba patah. Korban terjatuh ke dasar sungai dengan ketinggian sekitar tiga meter.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono menjelaskan, kondisi dasar sungai saat kejadian dalam keadaan kering dan dipenuhi bebatuan. Sehingga memperparah dampak benturan yang dialami korban.

“Korban jatuh dari ketinggian kurang lebih tiga meter. Di bawahnya tidak ada air, hanya bongkahan batu, sehingga korban mengalami cedera cukup serius,” ujar Purwono. 

Mendapat laporan dari pihak sekolah, tim dari Regu 1 BPBD Gunungkidul langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Proses penyelamatan berlangsung cepat meski medan cukup berisiko.

“Begitu menerima laporan, kami langsung bergerak ke lokasi. Dalam waktu kurang lebih 10 menit, korban berhasil kami evakuasi dari dasar sungai,” ungkapnya. 

Purwono menambahkan, proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari cedera tambahan pada korban. Tim penyelamat memastikan kondisi korban tetap stabil selama proses pengangkatan dari dasar sungai. 

“Kami melakukan penanganan dengan prosedur penyelamatan, memastikan korban tidak mengalami pergerakan berlebihan, terutama pada bagian tubuh yang diduga mengalami patah tulang,” jelasnya.

Patah Tulang

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami patah tulang pada bagian paha kiri. Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dilarikan ke RSUD Wonosari untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. 

“Korban mengalami patah tulang paha kiri dan langsung kami rujuk ke RSUD Wonosari untuk penanganan medis intensif,” kata Purwono. 

Pihak BPBD juga mengimbau agar fasilitas umum, khususnya yang berada di lingkungan sekolah, dapat diperiksa secara berkala guna memastikan keselamatan siswa. 

“Kami mengimbau kepada pihak terkait agar rutin melakukan pengecekan terhadap sarana dan prasarana, terutama yang berpotensi membahayakan, seperti pagar pengaman jembatan ini,” tegasnya.

Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan di rumah sakit, sementara pihak terkait diharapkan segera melakukan evaluasi terhadap kondisi jembatan guna mencegah kejadian serupa terulang.

 

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya