ADRO Naikan Anggaran Buyback Jadi Rp 5 Triliun

PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) melakukan penyesuaian terhadap rencana pembelian kembali saham (buyback) dengan meningkatkan alokasi dana.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 07 April 2026, 06:00 WIB
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Sejak pagi IHSG terjebak di zona merah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) melakukan penyesuaian terhadap rencana pembelian kembali saham (buyback) dengan meningkatkan alokasi dana. Nilai maksimal anggaran kini ditetapkan hingga Rp 5 triliun, naik dari sebelumnya sebesar Rp 4 triliun.

"Perseroan berencana untuk melakukan Pembelian Kembali Saham Perseroan dengan jumlah sebanyak-banyaknya Rp 5 triliun. Pembelian Kembali Saham Perseroan akan dilakukan melalui BEI dan secara bertahap dalam jangka waktu paling lama 12 (dua belas) bulan terhitung setelah tanggal diperolehnya persetujuan rapat umum pemegang saham Perseroan," tulis Manajemen ADRO dikutip dari Keterbukaan Informasi BEI, dikutip Selasa (7/4/2026).

Perubahan Informasi atas Keterbukaan Informasi dalam rangka rencana pembelian kembali saham Perseroan ini dibuat untuk memberikan penjelasan kepada para pemegang saham Perseroan atas perubahan informasi terkait rencana pembelian kembali saham Perseroan yang telah dikeluarkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia sebagaimana telah diumumkan oleh Perseroan pada Keterbukaan Informasi tertanggal 11 Maret 2026.

Maka dengan disampaikannya informasi ini, Perseroan menyampaikan perubahan informasi mengenai, pertama, jumlah dana yang akan digunakan untuk melakukan Pembelian Kembali Saham Perseroan. Kedua, perkiraan jadwal pelaksanaan Pembelian Kembali Saham Perseroan.

Ketiga, proforma laba per saham Perseroan setelah rencana Pembelian Kembali Saham Perseroan dilaksanakan dengan mempertimbangkan menurunnya pendapatan yang sebelumnya tercantum pada Keterbukaan Informasi

Pihak Perseroan menjelaskan, dengan asumsi penggunaan dana untuk Pembelian Kembali Saham Perseroan sebesar Rp 5 triliun sudah termasuk biaya transaksinya dan tidak termasuk biaya untuk komisi pedagang perantara efek dan biaya lain yang berkaitan dengan Pembelian Kembali Saham Perseroan.

 

Pengaruh Pembelian Kembali Saham ke Kegiatan Usaha

Sebelumnya, sepanjang Senin (9/2/2026), pergerakan IHSG diwarnai penguatan 433 saham. Sementara, 252 saham melemah dan 136 lainnya stagnan. Tampak dalam foto, layar monitor menunjukkan pergerakan pasar saham di lantai Bursa Efek Indonesia menjelang aktivitas perdagangan, Jakarta pada Senin 9 Februari 2026. (BAY ISMOYO/AFP)

Pihak ADRO menegaskan, dengan posisi dan kinerja keuangan Perseroan saat ini, Perseroan berkeyakinan bahwa Pembelian Kembali Saham Perseroan tidak memberikan dampak buruk terhadap kegiatan usaha dan pertumbuhan Perseroan di masa mendatang.

Jika Perseroan menggunakan seluruh anggaran yang dicadangkan untuk Pembelian Kembali Saham Perseroan tersebut sebesar jumlah maksimum, maka jumlah aset dan ekuitas Perseroan akan berkurang sebanyak‐banyaknya Rp 5 triliun.

Perseroan berharap dengan dilaksanakannya Pembelian Kembali Saham Perseroan akan memberikan tingkat pengembalian yang baik bagi pemegang saham Perseroan serta meningkatkan kepercayaan investor sehingga harga saham Perseroan dapat mencerminkan kondisi fundamental Perseroan yang sebenarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya